banner 728x250

Satpol PP Parepare Dinilai Tebang Pilih dalam Penegakan Perda

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, KLUPAS.COM – NGO bersama pemerhati sosial di Kota Parepare mengapresiasi kinerja Satpol PP Kota Parepare yang telah menutup kegiatan usaha yang dinilai melenceng dari ketentuan. Salah satunya dengan melakukan penyegelan atau penutupan sementara terhadap Rumah Bernyanyi dan Resto INBOX di Jalan Bau Massepe, yang melanggar izin jam operasional dan menjual minuman beralkohol tanpa izin.

Penyegelan Rumah Bernyanyi dan Resto INBOX pada operasi atau razia pengawasan, penertiban dan penegakan peraturan perundang-undangan daerah (Perda) Kota Parepare Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Ketertiban Umum, dan Perda Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Ketertiban Tempat Hiburan, yang dilakukan Satpol PP bersama sejumlah SKPD teknis jajaran Pemkot Parepare dan TNI-Polri, pada Minggu (16/07/2023) dinihari lalu.

banner 800x800

Namun di lain sisi, NGO menanggap kinerja Satpol PP Parepare masih belum maksimal yang dinilai masih tebang pilih dalam penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (Perda) di Kota Parepare. Salah satu yang disorot terkait pengawasan dan penertiban tempat pendaratan ikan di Jalan Mattirotasi, Kelurahan Cappagalung, Kecamatan Bacukiki Barat. Padahal sudah ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang

“Kami apresiasi langkah-langkah Satpol PP Parepare yang telah menutup kegiatan usaha yang dinilai melenceng dari ketentuan. Peduli terhadap usaha-usaha yang melakukan pelanggaran seperti menyegel INBOX. Namun yang kita sesalkan, seharusnya penegakan Perda diberlakukan sama dengan usaha-usaha lainnya yang diduga melanggar, seperti tempat pendaratan ikan di Jalan Mattirotasi samping Masjid,” kata aktivis LSM Fokus, Iksan Ishak, didampingi sejumlah NGO lainnya, di Warkop 588, Rabu 19 Juli 2023.

Padahal kata Iksan, Pemerintah Kota Parepare sudah menyiapkan Tempat Pelelangan dan Penjualan Ikan di TPI Cempae, namun itu tidak dimanfaatkan oleh oknum pengusaha ikan di Jalan Mattirotasi.

“Seperti halnya di Jalan Mattirotasi samping Masjid, yang sudah lama dijadikan tempat pendaratan ikan, dan di dekat lokasi itu terjadi juga pasar gelap transaksi jual beli ikan, namun sampai saat ini tidak ditindak tegas oleh Satpol PP selaku SKPD penegakan Perda,” sesalnya. (*)

banner 1280x1280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *