banner 728x250

Kepala Pasar Lakessi dan UPTD Disdag Terus Berbenah Antisipasi Pungli

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, KLUPAS.COM – UPTD Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kota Parepare bersama pengelola pasar Lakessi, terus berbenah melakukan penataan dan antisipasi pungutan liar (Pungli) yang sangat meresahkan pedagang khususnya yang berjualan di area belakang pasar Lakessi.

Kepala Pasar Lakessi, Muhammad Ramlan menegaskan, adapun laporan terkait pungutan tanpa dasar yang jelas (tidak ada karcis resmi) yang diterima dari pedagang di area belakang pasar terbesar di Parepare itu, dipastikan itu perbuatan oknum di luar dari pengelola pasar.

banner 800x800

“Apabila kami dapatkan oknum yang memungut ke pedagang selain pengelola, akan kami laporkan ke APH,” tegas Ramlan, Selasa 19 September 2023.

Ramlan menjelaskan, adapun iuran harian yang ditarik dari pedagang oleh pengelola pasar hanya ada 2 jenis, yakni retribusi pasar sebesar Rp2000 per tempat, dan iuran kebersihan dengan memakai retribusi kebersihan DLH.

“Retribusi pasar itu bukan per pedagang, tapi per tempatnya. Karena ada juga pedagang menggunakan melebihi satu tempat,” terangnya.

Ramlan mengatakan, pihaknya merasa bahwa apa yang dilakukan selaku pengelola sudah melalui proses dan melalui kebijakan, menyangkut masalah penarikan retribusi.

“Terkait retribusi itu ada dua, retribusi pasar itu memang berdasarkan aturan. Kemudian iuran kebersihan, yang jauh sebelum kami masuk itu sudah ada, yang mengurus saat itu adalah KKP (Kerukunan Keluarga Pasar). Tapi karena saat ini KKP belum terbentuk, sementara kami ambil alih. Kapan (retribusi kebersihan) ini tidak jalan, maka mandek ini kebersihan, karena ada beberapa tenaga kebersihan non PTT di pasar Lakessi yang tidak dibiayai oleh APBD. Tapi iuran kebersihan yang ditarik itu ada dasarnya, pakai retribusi kebersihan DLH,” papar Ramlan.

“Pedagang di belakang sudah bertandatangan menyatakan tidak keberatan kalau dipungut melebihi Rp1000. Yang dikeluhkan pedagang adalah pungutan yang tidak resmi, di luar pihak pengelola,” sambung dia.

Terkait penataan pedagang, Ramlan menyebut, sesuai rencana akan dilakukan pekan depan karena tahap penyelesaian administrasinya sudah hampir rampung.

Sebelum merelokasi nantinya, UPTD Pengelolaan Pasar bersama pengelola pasar Lakessi akan turun kembali menyampaikan himbauan ke pedagang.

“Kalaupun nanti ada pedagang yamg bersikeras, ini akan menjadi ranah aparat,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Disdag Kota Parepare, Muhammad Tamrin mengatakan, pihaknya akan terus berbenah untuk mengantisipasi pungutan-pungutan yang ditarik oleh oknum di luar pengelola pasar, termasuk penataan pasar agar terlihat rapi dan bersih dengan melakukan relokasi pedagang secara bertahap.

Untuk tahap pertama relokasi, kata dia, pihaknya sudah menyerahkan kartu pedagang sebanyak 132 pedagang, dan pedagang sudah tanda tangani surat pemakaian tempat.

“Tahap pertama 132 kartu pedagang. Ini yang menempati bangunan TP1, DID, TP2, TP 3, yang tidak pernah keluar itu kami sudah berikan fasilitas prioritas tempat dan sudah dibuatkan surat perjanjian pemakaian tempat, dan kartu pedagang. Mereka sudah pegang. Ini rangkaian kita merelokasi pedagang secara bertahap,” katanya.

Tahap kedua, lanjut dia, bagi pedagang yang pernah menempati tempat di dalam, itu diundang kembali untuk mendaftar ulang kemudian diberikan kembali tempatnya.

“Tempat yang kami berikan sebelumnya dan tidak pernah ditempati, maka kami ambil alih kembali. Karena ada juga yang dulu diberikan tempat tapi ternyata dia tidak tempati, malah dipersewakan. Jadi, Tidak ada lagi booking-booking tempat. Tidak ada lagi sewa-menyewa tempat. Tidak ada lagi pengecualian, tetap kita anulir, kita berikan tempat yang kosong ke pedagang yang betul-betul mau menempati. Karena tempat yang tidak pernah ditempati kami anggap kosong, dan kembali ke kita selaku pengelola pasar,” jelasnya.

Tamrin menuturkan, untuk tahap kedua ini sudah selesai pendaftarannya, itu sebanyak 174 pedagang dan sementara diproses administrasinya.

“Sekarang ini tahap ketiga. Inilah nanti tahap ketiganya pedagang direlokasi secara keseluruhan bagi mereka yang tidak pernah melakukan pendaftaran ulang, padahal dia ada tempatnya,” ujarnya.

Tamrin menyebut, sesuai hasil koordinasi dengan Kapolres Parepare, pada saat melakukan relokasi nantinya dilibatkan jajaran Polres Parepare, Kodim 1405/Parepare, Brimob, dan Satpol PP. (*)

banner 1280x1280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *