banner 728x250

Pemkot Parepare Serahkan Ranperda APBD-P TA 2023 ke DPRD

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, KLUPAS.COM – DPRD Kota Parepare menggelar Rapat Paripurna Penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Parepare tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Parepare Tahun Anggaran 2023.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Parepare M Rahmat Sjamsu Alam, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir dan Wakil Ketua I DPRD Parepare Tasming Hamid, serta dihadiri Anggota DPRD Parepare secara kuorum, di Ruang Rapat Paripurna Lantai III Gedung DPRD Kota Parepare, Senin 11 September 2023.

banner 800x800

Wakil Wali Kota Parepare Pangerang Rahim, hadir mewakili Wali Kota Parepare Taufan Pawe, sekaligus menyerahkan Ranperda tentang APBD-P Kota Parepare TA 2023 ke DPRD Parepare. Hadir para pejabat lingkup Pemerintah Kota Parepare.

Pada kesempatan itu, Pangerang Rahim atas nama Pemerintah Kota Parepare menyampaikan permohonan dan harapan kepada DPRD Parepare berkenan melakukan pembahasan dan penelaahan lebih lanjut terhadap Rancangan Peraturan Daerah yang dimaksud, agar dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Pangerang mengingatkan dalam pembahasan Ranperda ini tetap memperhatikan tiga taat, yaitu taat asas, taat administrasi, dan taat anggaran.

Pangerang juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada DPRD Parepare atas dukungan dan kerja samanya sehingga rapat paripurna dapat terlaksana dan berjalan dengan baik.

“Kami berharap semoga pelaksanaan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga Rancangan Peraturan Daerah ini dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” harap Pangerang.

Berikut gambaran umum mengenai Rancangan APBD-P Kota Parepare Tahun Anggaran 2023:

*Pendapatan Daerah
1. Pendapatan Asli Daerah.
Pada komponen Pendapatan Asli Daerah pada rancangan APBD-P ini ditargetkan menjadi sebesar Rp182,84 miliar lebih, atau bertambah sebesar Rp3,68 miliar lebih atau 2,06% bila dibandingkan dengan anggaran pokok tahun anggaran 2023. Kenaikan ini disebabkan lain-lain PAD yang sah mengalami kenaikan.

2. Pendapatan Transfer.
Komponen pendapatan transfer terdiri atas Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer antar Daerah dengan estimasi anggaran pada rancangan Perubahan APBD tahun anggaran 2023 ini menjadi sebesar Rp796,95 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp73,50 miliar lebih atau 10,16% bila dibandingkan dengan anggaran pokok tahun anggaran 2023.

Penambahan ini merupakan Dana Insentif Fiskal dan adanya Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi serta Piutang Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Provinsi.

3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Selanjutnya untuk komponen Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah pada rancangan APBD Perubahan ini tidak dianggarkan, atau berkurang sebesar Rp5 miliar.

Dengan demikian total target pendapatan daerah pada Rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2023 menjadi sebesar Rp979,80 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp72,19 miliar lebih atau 7,95% bila dibandingkan dengan anggaran pokok 2023.

*Belanja Daerah
Belanja Daerah terdiri atas:
1. Belanja Operasi.
Anggaran untuk Belanja Operasi terdiri atas Belanja Pegawai, Belanja barang dan Jasa, Belanja Bunga, Belanja Hibah, dan Belanja Bantuan Sosial.

Pos belanja ini menyerap anggaran menjadi sebesar Rp789,09 miliar lebih atau mengalami penambahan sebesar Rp24,49 miliar lebih atau 3,20% bila dibandingkan dengan anggaran pokok.

2. Belanja Modal.
Belanja modal terdiri atas Belanja Modal Tanah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Belanja Modal jalan, Jaringan, dan Irigasi, serta Belanja Modal Aset Tetap Lainnya, pada rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2023 ini adalah sebesar Rp194,05 miliar lebih, atau bertambah sebesar Rp40,06 miliar lebih atau sebesar 26,02% bila dibandingkan dengan anggaran pokok.

3. Belanja Tidak Terduga.
Belanja tidak terduga merupakan pengeluaran untuk keadaan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya serta pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya.

Belanja Tak terduga pada Rancangan Perubahan APBD ini dianggarkan menjadi sebesar Rp5,77 miliar atau berkurang sebesar Rp230 juta rupiah.

Dengan demikian secara akumulasi total anggaran belanja daerah dalam Rancangan Perubahan APBD tahun anggaran 2023 ini menjadi sebesar Rp988,92 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp64,33 miliar lebih atau sebesar 6,96% bila dibandingkan dengan anggaran pokok tahun anggaran 2023.

*Pembiayaan Daerah
1. Penerimaan Pembiayaan.
Penerimaan Pembiayaan dalam rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2023 ini bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu (Silpa) sebesar Rp17,14 miliar lebih, sehingga berkurang sebesar Rp7,85 miliar lebih atau sebesar 31,44% bila dibandingkan anggaran pokok tahun anggaran 2023.

2. Pengeluaran Pembiayaan.
Anggaran Pengeluaran Pembiayaan pada rancangan APBD Perubahan ini tidak mengalami perubahan yaitu dialokasikan untuk pembayaran utang pokok sebesar Rp2,76 miliar lebih, penyertaan modal pada Bank Sulselbar dialokasikan sebesar Rp5,25 miliar. Sehingga pada pengeluaran pembiayaan tidak mengalami perubahan. (*)

banner 1280x1280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rajapola