banner 728x250

Pemkot Parepare Dukung Peningkatan Pemberdayaan Perempuan GTM Jaga Sinergitas dan Kerukunan Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, KLUPAS.COM – Pemerintah Kota Parepare mendukung peningkatan pemberdayaan perempuan Gereja Toraja Mamasa (GTM) khususnya dalam menjaga sinergitas dan kerukunan masyarakat di Parepare.

Harapan ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Julius Upa, yang hadir mewakili Penjabat (Pj) Wali Kota Parepare, Akbar Ali, pada Pertemuan Tahunan Persekutuan Perempuan GTM Tingkat Sinode di Jalan Bayam, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Parepare, Kamis 4 Juli 2024.

banner 800x800

Julius Upa mengatakan, bahwa pemberdayaan perempuan sangat diperlukan untuk memberikan penguatan dan kemampuan perempuan dalam mengambil peran di tengah masyarakat.

“Kita ketahui bahwa perempuan-perempuan GTM sangat memiliki potensi, karena merupakan salah satu jemaat yang paling aktif di dalam pelayanan gereja,” kata Julius.

Dia berharap melalui pertemuan tahunan ini dapat dihasilkan program-program strategis yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Perempuan berperan penting dalam pembangunan yakni meningkatkan kualitas hidup, berpartisipasi dalam dunia politik, dan terlibat dalam berbagai kegiatan terkait pembangunan nasional,” harapnya.

Dia mengemukakan, perempuan juga berperan dalam penanggulangan kemiskinan, pendidikan dasar, kesetaraan gender, kesehatan ibu dan anak, serta kelestarian lingkungan hidup.

Karena itu, Pemerintah Indonesia membidik empat sektor utama untuk memaksimalkan peran perempuan, yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pencegahan kekerasan.

“Perempuan berperan penting dalam penanganan stunting. Karena itu, kesiapan dan kematangan diri seorang perempuan dalam berumah tangga perlu diperhatikan untuk menghasilkan keluarga yang berkualitas,” tegas Julius.

Julius juga mengajak Gereja Toraja Mamasa dan Pemkot Parepare untuk terus menjaga kemitraan agar pembangunan di Parepare, terutama pembangunan moral, dapat tercapai dengan maksimal. Selain itu, dia juga mengajak seluruh pihak untuk mengambil peran dalam merawat dan memelihara kerukunan bangsa.

Dia berharap agar para pendeta dan pelayan jemaat di lingkungan Sinode Gereja Toraja Mamasa mampu menjadi transformator, motivator, dan inovator masyarakat di tengah keagamaan moralitas modern.

“Sekaligus berperan sebagai benteng moral dan ilmu. Karena itu para pendeta dan pelayan jemaat dituntut untuk dapat berperan aktif dan konkret, serta solutif di tengah-tengah problematika sosial,” pungkas Julius. (*)

banner 1280x1280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *