Diksar Tewaskan 2 Mahasiswi, Humas IAIN Parepare Sebut Teknis Kegiatan Domain Ormawa dengan Kepanitiaan

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Kasubag Kerja Sama dan Humas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan, Suherman, mengkonfirmasi bahwa secara prosedural setiap kegiatan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) resmi diketahui oleh pihak kampus. Termasuk kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Korps Suka Rela (KSR), yang menewaskan 2 (dua) mahasiswi IAIN Parepare, Ahad (28/11/2021) lalu.

Hanya saja, kata Suherman, terkait dengan teknis pelaksanaan kegiatan ormawa itu sepenuhnya didesain oleh mahasiswa, ormawa dengan kepanitiaan termasuk untuk kegiatan di luar kampus.

“Itu ada penyampaian ke pembina mereka, karena setiap ormawa itu ada pembinanya. Ada dosen dan beberapa senior mereka. Pihak kampus iya sih tahu, iya,” kata Suherman, di hadapan sejumlah awak media, di Gedung Rektorat Lantai I, IAIN Parepare, Rabu 1 Desember 2021.

Ia menerangkan, secara prosedural setiap kegiatan ormawa itu pasti menyampaikan ke pimpinan (Rektor). Penyampaian itu berupa usulan untuk melaksanakan kegiatan. Kemudian pimpinan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk pelaksanaan kegiatan itu.

“Hanya saja SOP-nya kita (IAIN) bahwa kegiatan-kegiatan organisasi yang dilakukan di luar kampus itu wajib mereka untuk menyampaikan ke pihak yang berwenang yang ada di luar kampus, itu SOP-nya kita,” terangnya.

“Nah, secara teknis kegiatan itu (Diksar KSR) domainnya adik-adik mahasiswa, domainnya ormawa dengan kepanitiaan yang ada, itu adalah tanggungjawabnya,” tambah dia.

Kepolisian Resort (Polres) Parepare, Sulawesi Selatan, masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya 2 (dua) mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang tenggelam di Sungai Bilalange, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Search and Rescue (SAR) yang dilaksanakan Korps Suka Rela (KSR), salah satu organisasi kemahasiswaan IAIN Parepare.

“Masih penyelidikan dan apabila unsur pidananya terpenuhi maka akan kita tingkatkan ke penyidikan,” kata Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah, Selasa (30/11/2021) kemarin.

Untuk keterangan saksi, sementara Polisi sudah mengambil keterangan dari beberapa warga dan perangkat kelurahan setempat.

Berdasarkan keterangan pihak kampus, Diksar KSR IAIN Parepare dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, Jumat-Ahad (26-28 November 2021) dan diikuti sekitar 30-an mahasiswa. Terdiri dari peserta diksar 13 orang (Maba), kepanitiaan ada 10-an mahasiswa, sementara sisanya adalah mahasiswa senior.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Ahad (28/11/2021) sore. Dua mahasiswi terseret luapan arus sungai dan tewas tenggelam, yakni Asmira, warga BTN Beringin Kota Parepare, dan Nuriyangka, warga Patobong Kabupaten Pinrang. Keduanya merupakan mahasiswi semester 3 dan 5 Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Piaud). Sementara mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan yang sigap melakukan evakuasi. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *