PAREPARE, KLUPAS.COM – Kontes Ayam Nusantara Rooster Fighting Art, Adu Ayam yang diduga diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Bulog, Kompleks Gudang Bulog KM 7, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Ahad 23 Januari 2022, disinyalir kuat langgar protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.
Video yang beredar diduga kegiatan adu ayam di GOR Bulog Parepare itu, terlihat peserta di dalam GOR nampak tidak dibatasi, tidak jaga jarak, mengabaikan masker, dan berkerumun di pinggir arena adu ayam. Tidak menutup kemungkinan jika peserta yang hadir pada kegiatan itu banyak dari luar kota Parepare, yang justru berpotensi membawa virus corona.
Dikonfirmasi hal itu, Wakil Sekretaris Tim Satgas COVID-19 Kota Parepare, Eko Wahyu Ariyadi, sangat menyesalkan adanya kerumunan yang disinyalir kuat mengabadikan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, pada kegiatan Kontes Ayam Nusantara di GOR Bulog Lapadde, seperti tidak menjaga jarak, tidak mengenakan masker, dan tidak membatasi orang yang hadir.
“Kami (Satgas Covid-19 Parepare) juga sudah komunikasi dengan pihak Bulog untuk hal dimaksud, kami juga menyatakan keberatan kami atas hal dimaksud, melalui Kabag Ekonomi,” tegas Eko.
Asisten III Administrasi Umum Pemkot Parepare ini mengatakan, pada prinsipnya apabila tidak patuh prokes tim satgas akan lakukan tindakan tegas. Kemungkinan tindakan yang bisa diambil yakni penutupan tempat, pemanggilan yang bertanggungjawab, teguran, bahkan pemeriksaan. Namun demikian, terkait penindakan hal itu akan dikomunikasikan dengan Tim Gakkum.
“Informasi dari Sekretariat ada izinnya, tetapi di surat disebutkan ada syarat-syaratnya. Jika tidak patuhi dan batasi jumlah orang akan ditindak. Untuk tindakan sementara kami komunikasi dengan KasatPol PP,” katanya.
“Kami juga sudah menerima laporan seperti itu (dugaan pelanggaran prokes). Kalau untuk penindakan wilayahnya tim gakkum. Prinsipnya apabila tidak patuh prokes tim satgas akan lakukan tindakan tegas. Bentuknya sekali lagi Tim Gakkum yang tahu langkah apa yang diambil,” sambung dia.
Ditanya terkait teknis kegiatan sesuai dalam surat penyelenggara yang masuk di Satgas COVID-19 Parepare, apakah Kontes Ayam Nusantara yang dimaksud semacam pajang/pameran ayam atau memang disebutkan ada adu ayam, Eko berpendapat karena di sana (lokasi kontes) ada tulisan “Fighting Rooster” artinya Sabung Ayam.
“Soal satgas, saya sudah komunikasi dengan kecamatan, dan infonya hadir di lokasi beserta kapolsek dan tim,” tandasnya.
Kepala Dinas Satpol PP Kota Parepare, Muh Anzhar selaku Tim Satgas Pengamanan COVID-19 Parepare saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu ada kegiatan Kontes Ayam Nusantara yang menghadirkan orang banyak di GOR Bulog.
“Saya tidak tahu itu, kalau ada informasi dari tim gugus kan pasti saya diberitahu. Kalau ada kegiatan berkerumun dan mengabaikan Prokes itu tidak boleh,” singkat Anzhar.
Sebelumnya, Wakil Pimpinan Cabang (Wapinca) Bulog Parepare, Nindy Ekasaputri yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (24/1/2022) kemarin, terkait kegiatan di GOR Bulog Parepare, membenarkan adanya kegiatan Kontes Ayam Nusantara di GOR Bulog Lapadde sesuai surat permohonan izin Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) yang masuk di Bulog pada awal Januari 2022.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah menekankan kepada penyelenggara karena itu kompleks gudang Bulog, bahwa ijin keramaiannya harus ada, harus menjaga kebersihan, dan panitianya harus tetap menjaga protokol kesehatan.
“Itu kita tekankan secara lisan, tapi secara surat kami bilang juga bahwa kalau penggunaan itu harus tetap menjaga kebersihan karena kan di kompleks gudang kami, satu. Kedua, lagi pandemi, jadi panitianya harus tetap menjaga protokol kesehatan. Itu kami tekankan di balasan surat kami kemarin. Cuma, kemarin waktu pas dapat lapor waduh ini ramai banget ternyata,” urainya.
“Ketika kami sudah memberikan ijin tapi ternyata surat kami tidak diindahkan yang terkait protokol kesehatan untuk memakai masker dan menjaga jarak, akhirnya tadi pagi itu kami langsung respons mengirimkan surat tertulis penyampaian rasa kekecewaan kami begitu di Bulog ini,”
“Karena kan, satu, kami tidak tahu bahwa itu adu ayam. Kedua, itu kami kecewa karena tidak menjaga protokol kesehatan sesuai dengan surat yang kami balas ke mereka. Padahal kan kami sudah tertulis ngomong ke mereka tolong tetap menjaga kebersihan dan protokol kesehatan,” sambung dia.
Nindy menambahkan, sebelum Bulog mengeluarkan izin terkait kegiatan itu (kontes ayam nusantara), pihak Bulog sempat koordinasi juga dengan pihak ketiga yang telah menyewa GOR secara lisan bahwa dipastikan ini bukan judi. Dipastikan ini kontes ayam.
“Saya kira kan pameran gitu ya, pameran-pameran ayam gitu kan. Pameran Ayam Nusantara. Terus terang kita kan orang awam. Tidak ada adu ayam karena itu memang tidak boleh, dan itu juga Polres tahu. Tapi kami koordinasi dengan Polres, minta tolong ini dipastikan kalau misalnya judi ayam ini tidak boleh kan,” tandas Nindy. (*)














