PAREPARE, KLUPAS.COM – Tarung Ayam Bangkok besar-besaran berkedok Kontes Ayam Nusantara Rooster Fighting Art yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) Parepare, di Gedung Olahraga (GOR) Bulog, kompleks Gudang Bulog KM 7, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Ahad 23 Januari 2022 lalu, hingga kini tuai sorotan dan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat, bahkan di media sosial Facebook.
Penggunaan fasilitas BUMN, yakni GOR Bulog Parepare untuk Kontes Ayam Nusantara, dimana di dalam GOR dipasangi arena pesta tarung ayam Bangkok itu sangat disesalkan sejumlah pihak, hingga pemerhati sosial.

Informasi yang dihimpun, ada 12 arena tarung ayam Bangkok di lokasi kontes di GOR Bulog Lapadde. Karcis masuk Rp100 ribu satu orang, mulai urus parkir sampai masuk. Ada ratusan ayam ikut bertarung. Pendaftaran ikut kontes tarung ayam Rp3 juta hingga puluhan juta rupiah, sesuai kelas yang dipilih peserta.
Kegiatan itu bahkan disinyalir kuat melanggar protokol kesehatan (Prokes) COVID-19. Berkedok Kontes Ayam Nusantara, peserta tarung ayam Bangkok membludak. Berdatangan dari luar kota bahkan luar provinsi, seperti Sulbar dan Kendari (Sultra). Dari video yang beredar, nampak tidak membatasi orang, tidak menjaga jarak, tidak memakai masker, dan berkerumun.

Selain terkesan ada pembiaran dari pihak keamanan, pihak penanggung jawab fasilitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga diminta bertanggung jawab.
Pemerhati sosial dari unsur Lembaga Sosial Masyarakat, Andi Asrida, sangat menyayangkan pesta tarung ayam di GOR Bulog Parepare. Ia meminta Menteri BUMN, Erick Thohir, mengarahkan kepada Direksi Perum Bulog, Budi Waseso, untuk mengevaluasi atau mencopot Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Kota Parepare.
“Gor Bulog itu kan fasilitas Perum Bulog yang dinaungi Kementerian BUMN) tidak sepantasnya fasilitas yang dibangun dari dana negara, digunakan sama dengan fasilitas milik swasta atau pribadi lainnya. Olehnya itu kita berharap pihak BUMN melalui petinggi Perum Bulog mengevaluasi pimpinan Cabang Bulog Kota Parepare, dengan harapan kejadian serupa tidak membuat keresahan di tengah masyarakat, terlebih Kota Parepare ini dikenal sebagai Kota Santri,” jelas Andi Asrida, aktivis sejak tahun 90-an ini, Kamis 27 Januari 2022.
Pemerhati masyarakat, Makmur Raonah, juga melontarkan kritikan keras terhadap kegiatan kontes ayam tersebut, dimana pada fakta di lapangan itu merupakan tarung ayam Bangkok.
“Kalau itu kontes, kenapa mesti disediakan beberapa arena tarung ayam. Ini kan kontes ayam. Terindikasi judi yang dikemas kontes ayam. Diperhalus, ya dikemas. Namun di dalamnya adalah perjudian. Artinya, kwitansi ini yang membuktikan. Tidak mungkin kontes yang begini orang mau bayar Rp24 juta. Iya kan. Kwitansi minimal Rp3 juta, maksimal Rp24 juta. Istilahnya kalau di kwitansi itu disetujui, sudah oke untuk tarung. Ayam sudah loncat masuk arena,” ungkap Makmur Raonah.
“Kwitansi kan begini, berapa kemampuannya? Misalnya mau main Rp5 juta, oke. Berdasarkan fakta, ada pertanyaan panitia. Setiap peserta yang masuk disampaikan, mau ikut kelas apa? Jadi, kwitansi ini yang dipertanyakan. Kwitansi buat apa? Hampir kami yakini, kwitansi yang nilainya cukup besar itu adalah modus sebagai cara pembayaran petarung untuk melakukan adu peruntungan dengan mengadu ayam,” tambah dia.
Olehnya itu, Makmur Raonah meminta kepada aparat agar melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait kegiatan tarung ayam Bangkok yang dikemas dengan Kontes Ayam Nusantara itu.
“Dari segi pelanggaran hukumnya artinya bahwa mereka ini sudah mengelabui aparat pemerintah, dimana izin yang dimohonkan itu adalah izin kontes. Tapi fakta di lapangan ada judi, walaupun dilakukan tidak secara langsung. Tetapi dengan cara menggunakan kwitansi,” terang Praktisi Hukum ini.
“Jadi kalau memang itu fakta bahwa terjadi perjudian, maka tidak ada alasan penyidik tidak memanggil mereka ini. Pertama yang memohonkan izin selaku penyelenggara. Pihak penyelenggara bahkan bisa dijerat dengan sangkaan menyediakan sarana judi. Nah, PPAKN ini perlu ditelusuri. Jangan dia menggunakan embel-embel kontes, ternyata di dalamnya ada judi walaupun dengan pola yang berbeda dengan yang lazim terjadi,” sambung Makmur.
Dikonfirmasi sebelumnya terkait kegiatan Kontes Ayam Nusantara itu, Wakil Pimpinan Cabang (Wapinca) Bulog Kota Parepare Nindy Ekasaputri, membenarkan adanya kegiatan Kontes Ayam Nusantara di GOR Bulog Lapadde sesuai surat permohonan izin Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) yang masuk ke Bulog pada awal Januari 2022 lalu.
Namun, ia tidak mengetahui jika kegiatan tersebut berupa kegiatan kontes yang di luar dugaan, dimana ada adu ayam. Banyak pengaduan masuk dan jumlah pengunjungnya banyak dan menimbulkan kerumunan.
“Sebenarnya kegiatan ini berkali-kali kami koordinasikan dengan pihak PPAKN dengan pihak keamanan, untuk tetap menjaga kegiatan itu berlangsung baik, namun banyak aduan yang masuk, meski kami selalu tekankan untuk memperhatikan kebersihan, keamanan dan menjaga protokol kesehatan” jelas Nindy.
Informasi yang dihimpun, penggunaan GOR Bulog Lapadde, sudah dipersewakan alias dipihak ketigakan. Selama 4 tahun kedepan dikomersilkan ke pihak ketiga, sehingga penggunaannya bersifat sewa. Pihak Bulog menyewakan kurang dari Rp10 juta setiap tahunya ke pihak yang menjalin kerja sama dengan Bulog.
Dikonfirmasi sebelumnya terkait dugaan pelanggaran Prokes COVID-19 pada kegiatan Kontes Ayam Nusantara di GOR Bulog Parepare, Wakil Sekretaris Tim Satgas COVID-19 Kota Parepare, Eko Wahyu Ariyadi, sangat menyesalkan adanya kerumunan yang disinyalir kuat mengabadikan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, pada kegiatan Kontes Ayam Nusantara di GOR Bulog Lapadde, seperti tidak menjaga jarak, tidak mengenakan masker, dan tidak membatasi orang yang hadir.
“Kami (Satgas Covid-19 Parepare) juga sudah komunikasi dengan pihak Bulog untuk hal dimaksud, kami juga menyatakan keberatan kami atas hal dimaksud, melalui Kabag Ekonomi,” tegas Eko.
Asisten III Administrasi Umum Pemkot Parepare ini mengatakan, pada prinsipnya apabila tidak patuh prokes tim satgas akan lakukan tindakan tegas. Kemungkinan tindakan yang bisa diambil yakni penutupan tempat, pemanggilan yang bertanggungjawab, teguran, bahkan pemeriksaan. Namun demikian, terkait penindakan hal itu akan dikomunikasikan dengan Tim Gakkum.
“Informasi dari Sekretariat ada izinnya, tetapi di surat disebutkan ada syarat-syaratnya. Jika tidak patuhi dan batasi jumlah orang akan ditindak. Untuk tindakan sementara kami komunikasi dengan KasatPol PP,” katanya.
“Kami juga sudah menerima laporan seperti itu (dugaan pelanggaran prokes). Kalau untuk penindakan wilayahnya tim gakkum. Prinsipnya apabila tidak patuh prokes tim satgas akan lakukan tindakan tegas. Bentuknya sekali lagi Tim Gakkum yang tahu langkah apa yang diambil,” sambung dia.
Ditanya terkait teknis kegiatan sesuai dalam surat penyelenggara yang masuk di Satgas COVID-19 Parepare, apakah Kontes Ayam Nusantara yang dimaksud semacam pajang/pameran ayam atau memang disebutkan ada adu ayam, Eko berpendapat karena di sana (lokasi kontes) ada tulisan “Fighting Rooster” artinya Sabung Ayam.
“Soal satgas, saya sudah komunikasi dengan kecamatan, dan infonya hadir di lokasi beserta kapolsek dan tim,” tandasnya.
Kepala Dinas Satpol PP Kota Parepare, Muh Anzhar selaku Tim Satgas Pengamanan COVID-19 Parepare saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu ada kegiatan Kontes Ayam Nusantara yang menghadirkan orang banyak di GOR Bulog.
“Saya tidak tahu itu, kalau ada informasi dari tim gugus kan pasti saya diberitahu. Kalau ada kegiatan berkerumun dan mengabaikan Prokes itu tidak boleh,” tandas Anzhar. (*)














