PINRANG, KLUPAS.COM – Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad dan Kepala Kanwil V BTN, Harman Soesanto, memberikan apresiasi kepada developer PT Abe Jaya Property sebagai pengembang perumahan BTN-TPP TNI AD di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu terungkap saat peninjauan lokasi Perumahan BTN-TPP TNI AD, Ab Residence Malimpung, Senin, 14 Februari 2022.
Kepala Kanwil V BTN, Harman Soesanto mengatakan, proyek perumahan bagi prajurit TNI AD adalah implementasi penandatanganan kerja sama Direktur BTN dan Kasad, Andika Perkasa yang sekarang menjadi Panglima TNI.
“Program ini telah berjalan dengan baik. Kanwil V BTN yang meliputi, Sulawesi, Kalimantan dan Maluku, potensinya cukup menjanjikan dan terbesar di Indonesia Timur. Saat ini, untuk fasilitas KPR TNI AD sudah ada dibangun sekitar 102 unit dengan nilai transaksi Rp23,4 miliar,” kata Harman.
Angka ini masih potensi besar untuk di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, meliputi Sulselbar dan Sulawesi Tenggara dan bisa melebihi angka tersebut.
“Harapan kita ke depan kerja sama BTN dan TNI AD dapat kita laksanakan dengan baik. Akses untuk memiliki perumahan itu penting dan tidak semua orang miliki akses, karenanya BTN memberikan akses seluas-luasnya kepada anggota TNI AD. BTN memiliki komitmen kuat, sebagai satu-satunya bank yang fokus pada penyediaan perumahan di Indonesia adalah BTN, karena berpengalaman dalam penyediaan perumahan, kami terus menjaga reputasi, pembiayaan perumahan sesuai peraturan, benar-benar ada surat-surat dan rumahnya ada. BTN punya kepentingan bagaimana anggota TNI AD memiliki rumah dengan baik,” urainya.
Harman menambahkan, BTN mengapresiasi developer PT Abe Jaya Property yang telah membangun perumahan untuk anggota TNI AD di Malimpung.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad mengatakan, kerja sama TNI AD dan BTN membangun perumahan subsidi untuk anggota TNI diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan prajurit. Selain itu, dengan memiliki rumah diharapkan meningkatkan kinerja.
Ia menyebut, Program ini bagus, meski pun banyak problem yang terjadi tahun sebelum-sebelumnya, sudah ada tiga pengembang yang dipanggil dan diminta menyelesaikan pekerjaan sesuai kerja sama.
“Terima kasih kepada pihak BTN dan developer dalam upaya membantu pengadaan perumahan bagi prajurit TNI mulai dari awal, kerja sama ini digagas tiga pilar TWP, BTN dan pengembang. Hanya saja, memang harus duduk membahas dari awal mengenai bentuk dan kualitas rumah yang dibangun,” kata mantan Panglima Divisi 2 Kostrad ini.
Menurutnya, sebelum pembangunan, TNI sudah melalui survei lahan apakah clean and clear, dengan mengecek ke lurah dan camat. Setelah itu investigasi tanya baik-baik ke lingkungan sekitar, kemudian fasilitas yang harus ada untuk user dan tidak memberatkan seperti fasilitas sosial dan fasilitas umum. Untuk internal perumahan harus ada air, listrik, tempat ibadah. Sedangkan fasilitas sosial harus ada pasar dan sekolah.
Andi Muhammad juga menyampaikan sesuai arahan Kasad, desain rumah prajurit tidak harus nyambung terus, tetapi diharapkan sistem satu kopel. “Paling tidak dua rumah, lalu ada peresapan air,” katanya.
Menurut dia, memiliki rumah adalah hal sangat prinsip karena itu tidak masalah prajurit mengambil rumah, karena investasi jangka menengah dan panjang. Apalagi nilai investasi rumah 15 tahun ke depan akan terus meningkat. Untuk itu, Pangdam berharap PT Abe Jaya Property sebagai pengembang dan BTN duduk bersama dengan TWP.
“Mudah-mudahan pak Kanwil dan kepala cabang, semua prajurit TNI memenuhi persyaratan administrasi,” ujarnya.
Andi Muhammad juga menegaskan
jangan sampai ada kesan prajurit dipaksa mengambil rumah, tapi diharapkan bisa mengambil, bukan dipaksa tapi prajurit akan menerima keuntungan di masa mendatang.
“Saya juga pernah seperti kalian, merasakan bagaimana sulit memiliki rumah, apakah anda para prajurit siap ambil rumah, tanpa ada paksaan,” kata Andi Muhammad yang disambut kesiapan puluhan prajurit.
Andi Muhammad berharap mudah-mudahan kerja sama dengan BTN yang berlanjut karena masih banyak lokasi proyek perumahan TNI AD yang bermohon kerja sama.
Direktur Utama PT Abe Jaya Property, Andi Abraham Umar menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan Pangdam dan Kepala Kanwil V BTN di lokasi Perumahan aB Residence Malimpung.
Andi Abraham mengatakan, sebagai pengembang berkomitmen dalam membangun berpatokan ketentuan pemerintah yakni konsep hijau 40 persen dan luas maksimal 60 persen untuk kavling efektif. Demikian juga jarak tempuh ke fasilitas umum dan fasilitas sosial.
“Hanya 15 menit ke Mako Yonif 721 dan 10 menit ke Markas Konpi Batalyon dan 1 menit ke Jalan Poros Enrekang. Di perumahan aB Residence ini dekat fasilitas umum seperti ATM Bank, sarana pendidikan yaitu sekolah hanya satu menit. Demikian juga spesifikasi bangunan mengacu peraturan Kementerian PUPR,” kata Andi Abraham.
Ia juga memastikan struktur pondasi 60 cm sesuai standar Kementerian PUPR, dengan type rumah 36, ada ruang keluarga, ruang makan, dua kamar tidur dan dilengkapi kanopi dan garasi.
Ketua Forum Pengembang Ajatappareng ini mengatakan, pengembang bersama BTN memberikan promo khusus, seluruh anggota TNI tidak dikenakan uang muka dan uang jadi.
“Bebas biaya apapun, sebelum serah terima rumah, sudah dilengkapi kanopi, angsuran tetap selama masa kredit 20 tahun dan berkisar Rp 1,1 juta perbulan. Kami menargetkan perumahan tuntas satu tahun, dan sudah bisa diekspose di wilayah lain. Kami merencanakan akad massal bulan Maret,” ungkapnya.
Perumahan aB Residence, lanjut dia, dilengkapi fasilitas umum, jalan masuk, drainase dan ditargetkan selesai Juli atau Agustus.
“Insya Allah Agustus serah terima unit dan pencairan KPR, dengan fasilitas
unit sudah ada air dan listrik, sertifikat sudah balik nama,” katanya.
Pangdam bersama Kepala Kanwil V BTN, Kepala Cabang BTN Parepare Muh Taufik di akhir acara meninjau rumah contoh yang sudah rampung dibangun. Rencananya, PT Abe Jaya Property akan membangun 145 unit rumah untuk prajurit TNI AD di Perumahan aB Residence Malimpung. (*)














