PAREPARE, KLUPAS.COM – Komisi III DPRD Parepare menyikapi aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cappa Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang berlangsung sejak Sabtu, 19 Maret 2022.
DPRD Parepare mengingatkan agar ada penanganan dampak yang berpotensi ditimbulkan, mengingat jalur Dump Truck pengangkut batu baru dari pelabuhan Cappa Ujung menuju Suppa, Kabupaten Pinrang, itu melewati jalan umum di wilayah pemukiman warga dan kawasan pusat perekonomian (Pasar Lakessi).
Hal itu dikemukakan Anggota Komisi III DPRD Parepare yang membidangi keuangan dan pembangunan, Dr. Kamaluddin Kadir. Ia meminta pihak perusahaan dan Pemda memperhatikan dampaknya ke lingkungan, laut dan masyarakat.
“Dampak yang ditimbulkan ini mesti harus diperhatikan dan dijaga. Kalau terjadi ya menjadi kewajiban para pihak selain pemda untuk menyediakan dana penanganan dan pemeliharaan dampak baik terhadap laut, lingkungan, dan masyarakat,” ungkap Kamaluddin, Senin, 21 Maret 2022.
Legislator Partai Gerindra ini meminta pihak perusahaan mesti mencegah batu bara jatuh ke laut saat pengisian.
“Mesti dibuat model atau cara agar tidak ada sisa atau buangan yang jatuh ke laut. Dari alat berat ke mobil truk,” pintanya.
“Mobil truk juga harusnya setelah memuat perlu menyediakan terpal agar tidak ada yang jatuh dan menimbulkan dampak lain. Begitu juga dengan debu akibat mobilisasi sepanjang jalan,” tambah dia.
Kamaluddin mengatakan, jika masih ada bongkar muat batu bara selanjutnya, harus ada alat khusus. Sehingga tidak menyisakan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat.
Pantauan di lokasi, pengisian batu bara ke dump truck terlihat tumpahan batu bara. Belum lagi debunya. Di bawah truk dialasi terpal untuk tumpahan batu bara. Namun tampak masih ada yang berceceran di sekitarnya.
Di dermaga lokasi pengisian tampak terlihat hitam akibat debu dan tumpahan batu bara. Batu bara tak terbendung tumpah ke laut saat pengisian. Meski disiapkan triplek dengan ukuran sekira 2×2 meter sebagai penyangga.
Pelaksana Bongkar, Diman Iskandar mengklaim semua proses pengisian batu bara sudah sesuai prosedur. Untuk mencegah batu bara tumpah ke laut, ia menyiapkan triplek dan bambu untuk penyangga.
“Untuk menghindari batu bara jatuh ke laut kami membuat penyangga dari triplek dan dibuatkan bingkai bambu. Sehingga bisa menopang bilamana ada yang jatuh tidak langsung ke laut, tapi ke dermaga,” katanya, Ahad, 20 Maret 2022.
Diman menjelaskan, setiap selesai pengisian area dermaga langsung dibersihkan.
“Setiap kegiatan mobil yang sudah selesai muat kemudian meninggalkan posisi dermaga, tim cleaning kami langsung membersihkan,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun, batu bara sebanyak 5.250 metrik ton (MT) itu diangkut melalui jalur laut. Dari Samarinda, Kalimantan Timur, dibongkar di Pelabuhan Cappa Ujung Kota Parepare. Sejak 2022, tercatat sudah dua kali kegiatan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cappa Ujung Parepare. (*)














