Kasat Lantas Polres Parepare Sebut Jalur Pengangkutan Batu Bara Sudah Disurvei

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Jalur lalu lintas pengangkutan batu bara dari Pelabuhan Cappa Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan menuju Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, yang melintas di kawasan pusat perekonomian, Pasar Lakessi sudah dilakukan survei oleh pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parepare dengan instansi terkait.

Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Muh Yusuf, saat dikonfirmasi, Ahad, 20 Maret 2022.

“Kegiatan pengangkutan batu bara di pelabuhan sudah disurvei oleh Satlantas dan instansi terkait agar jalur yang dilewati tidak menghambat arus lalu lintas dan mencegah potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, kendaraan (Dump Truck) yang digunakan terbungkus rapi,” jelas AKP Muh Yusuf.

Dump truck pengangkut batu bara dari dermaga Pelabuhan Cappa Ujung, keluar melintas di kawasan perekonomian masyarakat di belakang Pasar Lakessi, kemudian masuk ke Jalan HM. Arsyad Soreang (Poros Parepare-Pinrang) dimana berpotensi menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar jalur yang dilalui.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Parepare, Iskandar Nusu, yang dikonfirmasi terkait jalur lalu lintas armada pengangkut batu bara mengaku pihaknya tidak pernah menerima permintaan izin dari agen untuk penggunaan jalan umum di Kota Parepare sebagai jalur pengangkutan batu bara.

“Tidak pernah (mengajukan izin) penggunaan jalan umum untuk jalur angkutan batu bara. Dan izin penggunaan jalan umum untuk itu sifatnya tidak wajib. Tapi, kami dari Dishub tetap melakukan pengawasan dengan berkoordinasi Satlantas Polres Parepare. Kalau ditemukan pelanggaran, kelebihan tonase akan ditindak, ditilang oleh lantas,” kata Iskandar.

Data yang diterima Klupas.com dari Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Kasi Lala) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Parepare, Asrul, sebanyak 5.250 Ton batu bara dari Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dibongkar di Pelabuhan Cappa Ujung Kota Parepare. Batu bara itu diangkut dari Samarinda menggunakan Kapal Tug Boat (TB) Farras 227, Kapal Tongkang (TKG) Asia Perdana 2703. Adapun Agen Pelayarannya yakni Bandar Bahari Permai.

“Untuk tahun ini (2022) kalau tidak salah sudah dua kali (bongkar muat batu bara). Terkait pengawasannya kami sangat ketat sekali dalam pelabuhan. Anggota di lapangan 24 jam secara bergilir mengawasi,” kata Asrul. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *