PAREPARE, KLUPAS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, Pemerintah Kota Parepare menggelar rapat terbatas dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa 26 April 2022.
Hasil Rapat yang dipimpin Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, diputuskan beberapa pointer terkait rangkaian pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.
Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengatakan, ada empat poin menjadi fokus pembahasan yang mengemuka dalam rapat bersama Forkopimda, yakni pelaksanaan Salat Ied, Open House, Takbir Keliling serta Halal Bihalal.
Dari empat poin itu, kata Taufan, diputuskan untuk pelaksanaan Salat Ied atau Idul Fitri serentak dilaksanakan di masjid-masjid, tidak dibolehkan di lapangan atau tempat terbuka.
Sesuai rencana awal, Pemerintah Kota Parepare sendiri akan memusatkan pelaksanaan Salat Ied di Masjid Terapung BJ Habibie dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Taufan Pawe menuturkan, pada pelaksanaan Salat Ied nantinya akan ada petugas dari Dinas Kesehatan yang akan memantau langsung di tiap-tiap masjid.
“Kalau kesiapan Pemerintah Kota dan para Forkopimda memang kita sudah bersepakat bahwa open house itu ditiadakan, untuk pelaksanaan Salat Ied harus di masjid-masjid. Selanjutnya untuk halal bihalal itu memungkinkan saja tetapi terbatas, terkendali dan internal. Tidak boleh mengundang ramai-ramai dan semua Prokes,”
Lebih lanjut kata Taufan, Pemerintah Kota dan Forkopimda juga bersepakat bahwa dalam pelaksanaan lazimnya takbir keliling ditiadakan, namun hal itu masih dilakukan evaluasi bersama Tim dari TNI-Polri.
“Saya mengatakan marilah kita kaji secara komprehensif, karena pelarangan (Takbir keliling) jelas secara linear dari pusat pelarangannya. Tetapi saya sepakat dengan Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Kajari tadi, saya utus Asisten I, II dan III untuk bertemu dengan tim Polres dengan Dandim untuk mengevaluasi. Karena saya lihat semangat dari masjid-masjid dan ormas-ormas yang ada tetap ingin melaksanakan takbir keliling,” kata Taufan.
Untuk open house, Taufan Pawe menyebut dirinya tidak akan mungkin berani, walaupun secara data riil penanganan Covid di Parepare sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmen) sudah dinyatakan masuk Level 1.
“Bagaimana tidak masuk Level 1, semua zona hijau, Rt kita nol, pasien tidak ada, semua nol. Apalagi vaksin kedua kita terbaik di Sulawesi Selatan. Antara vaksin pertama dengan vaksin kedua itu sudah tidak selisih 20 persen, sangat sedikit sekali. Kita sudah 96,40 persen kalau tidak salah (Vaksin 1). Vaksin 2 sudah 78 persen. Apalagi Booster kita (Parepare) terbaik di Sulawesi Selatan, setau saya,” pungkas Taufan. (*)














