PAREPARE, KLUPAS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan SKPD terkait lainnya bersama Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Kemenkes Makassar, kembali turun melakukan surveilans kesehatan lingkungan jelang mudik lebaran, Rabu, 20 April 2022.
Sasaran kali ini adalah Terminal Tipe A Induk Lumpue, Kota Parepare. Pemeriksaan itu sehari setelah Tim melakukan surveilans kesehatan lingkungan di Pelabuhan Nusantara Parepare, Selasa kemarin, 19 April 2022.
Tim BTKLPP didampingi oleh Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Induk Lumpue Kementerian Perhubungan Baharuddin, Tim Dinas Kesehatan Parepare, dan Dinas Perhubungan Parepare.
Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan Kota Parepare, Yusri SKM mengungkapkan, pemeriksaan ini atas instruksi Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, guna memastikan keamanan dan kesehatan di lingkungan Terminal Induk Tipe A Parepare dalam menghadapi arus mudik lebaran.
Kegiatan ini, kata dia, mengambil sampel makanan, air minum, air bersih, angka kuman udara ruang dan inspeksi sanitasi di lingkungan Terminal Induk.
Ketua Tim BTKLPP Kelas 1 Makassar, Pahrul Razak SKM mengatakan, kegiatan ini adalah kewaspadaan dini faktor risiko penyakit khususnya di terminal pelabuhan.
“Tujuan kegiatan adalah melakukan uji kualitas kesehatan lingkungan dengan pengambilan sampel makanan, air minum, air bersih, angka kuman udara ruang dan inspeksi sanitasi lingkungan terminal darat,” kata Pahrul.
Yang diuji antara lain inspeksi kesehatan lingkungan seperti melihat kualitas bagian luar tempat parkir, pembuangan sampah , penghijauan. Kemudian bagian dalam seperti ruang tunggu penumpang. Serta sarana sanitasi seperti toilet, tempat cuci tangan, tempat pembuangan limbah.
Termasuk sarana keselamatan dan kesehatan kerja seperti ketersediaan APAR, Pos Kesehatan, dan sarana penunjang lain seperti kantin dan musala.
“Pengujian sampel terdiri dari pengambilan sampel makanan jajanan di terminal yaitu bakso, mi basah, ikan goreng, ikan masak, sambel, sayur bening, sayur gado gado, air minum, sumber air bersih, usap peralatan makan, usap tangan penjamah, dan pengambilan angka kuman udara ruang,” ungkap Pahrul.
Dia mengharapkan agar para penjual menjaga kualitas makanan baik pada saat memilih bahan baku, mengolah maupun menyajikan. “Diingatkan juga tetap memakai masker dan tetap menjaga kebersihan lingkungan terminal,” ingatnya.
Sampel yang diambil seperti kualitas udara, angka kuman di ruang tunggu dan musala, sampel air minum, sampel air bersih, sampel makanan dari penjual sekitar terminal, usap tangan penjamah makanan serta usap peralatan makanan diperiksa atau diuji di Laboratorium BTKLPP Kelas 1 Kemenkes di Makassar. (*)














