Retail Modern vs Pedagang Lokal, Pasar Murah TPID Sidrap Jadi Sorotan

banner 120x600

SIDRAP, KLUPAS.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sidrap menggelar pasar murah di Pasar Komoditi Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu. Pasar murah menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok, dimulai Senin 11 April 2022.

Namun kegiatan itu menjadi sorotan sejumlah kalangan. Sebab memilih melibatkan retail modern alih-alih menyediakan barang dari pedagang di pasar tradisional.

“Saya bingung. Kenapa retail modern dilibatkan. Pasar murah di pasar rakyat, tapi yang menjual retail modern. Bukan pedagang dari masyarakat,” kata warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Lebih ironis sebab pasar itu sendiri belum ditempati oleh pedagang lokal. Justru yang masuk menjual dari toko retail modern. Padahal pasar tersebut dibangun dengan anggaran Rp9 miliar.

Ia juga mengatakan, selama ini pedagang lokal tertekan dengan maraknya toko retail modern berdiri di Sidrap. Beberapa diantaranya ditolak oleh masyarakat seperti di Empagae.

Kadis Perdagangan dan Perindustrian Sidrap, Ahmad Dollah mengatakan, pasar murah dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.

“Pasar murah ini dilaksanakan 11-17 April 2022, TPID bekerja sama dengan Bulog, Indomaret, Alfamart, Alfa Midi dan PT. Charoen Pokhand Indonesia,” terang Ahmad dalam rilis Pemkab Sidrap.

Dikatakannya, dalam pasar murah tersebut disediakan berbagai bahan kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng.

“Ada juga parsel lebaran dengan harga murah,” imbuhnya.

Ia selanjutnya mengutarakan, pemilihan Pasar Komoditi Batu Lappa sebagai lokasi pasar murah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di tempat yang rencananya menjadi pusat jual beli telur tersebut. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *