PAREPARE, KLUPAS.COM – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Taufan Pawe menegaskan sistem kerja partainya paling siap menghadapi Pemilu 2024 yang tahapannya akan segera dimulai.
Taufan mengatakan, dinamika partainya di Provinsi Sulsel tidak mengalami fluktuasi atau naik turun kesukaan masyarakat seperti yang terjadi pada partai lain. Hal ini dianggap memungkinkan sistem partai bekerja dengan baik.
“Untuk Sulsel tidak terjadi fluktuasi, kami bekerja secara sistematis, kami punya pola kerja yang terukur. Pola kami terukur dari tingkat provinsi, kabupaten kota, kecamatan hingga dusun itu sudah ada sistemnya,” ujar Taufan Pawe saat ditemui di Kantor Golkar Sulsel, Makassar, Jumat 29 April 2022.
Taufan menjelaskan, Golkar punya sistem kerja linear yang sudah ditentukan oleh pengurus pusat. Pola kerja inilah yang diadopsi untuk bagaimana memperoleh tingkat kesukaan hingga dipilih masyarakat pada pemilu nanti.
Taufan yang juga Wali Kota Parepare dua periode ini menyebut, infrastruktur Golkar paling siap menghadapi Pemilu 2024. Pengalaman melalui sejumlah pesta demokrasi dianggap jadi bekal untuk memenangkan kontestasi ke depan.
“Golkar Sulsel sudah punya pengalaman. Saya sudah ajak ketua-ketua DPD II untuk berinovasi, membesarkan partai dan membuka peluang sebesar-besarnya kepada putra-putri terbaik daerah untuk ikut pemilu legislatif nanti,” kata Taufan.
Taufan Pawe menuturkan semua mesin politik partai harus mulai bekerja menatap Pemilu 2024. Kerja politik itu dimulai dengan menyosialisasikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai bakal calon presiden.
“153 anggota fraksi se-Sulsel harus ‘menjual’ Bapak Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Kalau presiden kami (Airlangga, red) menang, itu tidak sulit untuk kita menang pemilu. Saya sudah hitung. Intinya, Partai Golkar paling siap infrastrukturnya untuk Pemilu 2024,” tandas Taufan. (*)














