Hepatitis Akut Misterius, Kenali Gejala Awal dan Lanjut serta Cara Mencegah Risiko Infeksi

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Hepatitis akut misterius pada anak-anak semakin menyebar, termasuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melaporkan, tiga anak di Jakarta meninggal dunia diduga akibat hepatitis akut misterius.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekira 288 kasus Hepatitis akut dari 20 negara dengan lebih dari 50 kasus tambahan yang masih dalam penyelidikan.

Hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya menjadi sorotan dunia setelah WHO menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Hingga saat ini Kemenkes RI masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari Hepatitis akut misterius.

Meski belum diketahui pasti penyebabnya, Prof Hanifah Oswari, dokter spesialis anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyebutkan, dugaan awal penyakit misterius ini disebabkan oleh adenovirus, SARS CoV-2, dan virus.

“Virus-virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan,” kata Prof Hanifah, dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Menurut Kemenkes RI, ini ciri-ciri gejala awal dan lanjut serta cara mencegah risiko infeksi penyakit Hepatitis akut misterius pada anak:

Gejala awal hepatitis akut misterius adalah gangguan gastrointestinal:
• Mual
• Muntah
• Diare berat
• Demam ringan

Gejala lanjut:
• Air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB putih pucat
• Kulit dan mata kuning
• Gangguan pembekuan darah
• Kejang
• Penurunan kesadaran

Cara mencegah anak dari hepatitis akut misterius:
Saluran cerna
• Rutin cuci tangan dengan sabun
• Pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih
• Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
• Hindari kontak dengan orang sakit
• Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan

Saluran napas
• Kurangi mobilitas
• Gunakan masker jika bepergian
• Jaga jarak dengan orang lain
• Hindari keramaian atau kerumunan

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, diimbau kepada orang tua segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi tersebut menunjukkan infeksi hepatitis sudah sangat berat.

Sebelumnya, Wali Kota Parepare Taufan Pawe telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit untuk memantau dan melaporkan apabila terdapat kasus Hepatitis akut misterius di Kota Parepare sesuai dengan gejala yang telah dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

“Kita sudah instruksikan dinas kesehatan dan rumah sakit untuk memantau dan melaporkan jika ada masyarakat yang memiliki gejala penyakit Hepatitis asing,” kata Taufan Pawe, Senin 9 Mei 2022.

Olehnya itu, Wali Kota Parepare dua periode itu mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan kemunculan penyakit misterius itu. Meski demikian, ia berharap masyarakat jangan panik akan hal itu.

“Tetap waspada namun jangan panik. Jika ada gejala segera bawa ke rumah sakit untuk diberikan penanganan medis,” tandas Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan itu. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *