Waspada Hepatitis Akut Misterius, Direktur RSUD Andi Makkasau Beberkan Ciri-Ciri Gejala dan Cara Mencegah

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare, dr. Hj. Renny Anggraeny Sari menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap Hepatitis akut misterius yang telah ditemukan di beberapa negara termasuk dengan adanya kasus kematian 3 (tiga) anak di Jakarta beberapa waktu lalu yang diduga terserang penyakit misterius yang belum diketahui penyebabnya itu.

Meski belum ada kasus di Parepare maupun di Sulawesi Selatan, dr. Renny terus mengingatkan agar tetap menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, khususnya kepada orang tua agar terus memperhatikan aktivitas dan pola makan yang sehat pada anak-anaknya.

Mengantisipasi adanya warga yang terjangkit, dr. Renny membeberkan ciri-ciri gejala awal, gejala lanjut hingga cara mencegah penyakit misterius ini.

“Pertama adalah gejala awal seperti mual, muntah, diare berat, dan demam ringan. Gejala lanjutan seperti buang air kecil, dimana air kencing itu menjadi pekat warnanya agak kecokelatan seperti teh, kemudian buang air besar itu berwarna pucat, mata dan kulit agak menguning kemudian ada gangguan pembekuan darah. Kalau gejalanya memberat itu bisa terjadi kejang sampai penurunan kesadaran,” jelasnya.

dr. Renny menuturkan, cara mencegah hepatitis akut misterius pada anak-anak harus diketahui bahwa penularannya itu bisa melalui saluran cerna maupun saluran napas.

Untuk pencegahan melalui saluran cerna, kata dia, sebaiknya dianjurkan anak-anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun. Memastikan makanan yang dimakan dalam keadaan matang dan bersih. Tidak bergantian menggunakan alat makan dengan orang lain, kemudian hindari kontak dengan orang yang sakit dan jangan lupa menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Sementara untuk mencegah penularan melalui saluran napas sebaiknya kurangi mobilitas, gunakan masker jika berpergian, jaga jarak dengan orang lain dari keramaian atau kerumunan.

“Ada 4 (empat) langkah penting untuk penanganan hepatitis akut ini. Pertama ada gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai dengan demam ringan. Kedua jika muncul gejala awal jangan panik, segera bahwa pasien ke Puskesmas atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Ketiga jangan tunggu sampai muncul gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning tapi segera bawa agar tidak terlambat mendapatkan penanganan yang keempat. Jika terjadi penurunan kesadaran segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas ICU Anak,” urai dr. Renny.

Olehnya itu, dr. Renny mengimbau kepada masyarakat agar mengenali gejala-gejala awal hepatitis akut misterius, dan apabila muncul gejala yang disebutkan sebaiknya jangan panik dan segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan yang terdekat.

Hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya pertama kali ditemukan pada 5 April 2022 di Inggris Raya. Kemudian menyebar dengan cepat ke beberapa negara termasuk ke Indonesia yang masuk mulai pertengahan April 2022.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekira 288 kasus Hepatitis Akut dari 20 negara dengan lebih dari 50 kasus tambahan yang masih dalam penyelidikan.

Sampai saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari Hepatitis akut misterius. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *