Pemkot Parepare Bangun Komitmen Publik dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Secara Terintegrasi

banner 120x600

MAKASSAR, KLUPAS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menggelar rembuk stunting yang resmi dibuka Wakil Wali Kota Pangerang Rahim, di Hotel Novotel, Makassar, Kamis, 14 Juli 2022.

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Kota Parepare, H Iwan Asaad, Ketua TP PKK Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan, jajaran SKPD terkait di antaranya Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Parepare, Dr Hj Halwatiah, Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Rahmawaty Natsier, para Asisten, Lurah, dan sejumlah Kepala Bagian di SKPD lingkup Pemkot Parepare.

Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim menyampaikan, kegiatan ini memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara SKPD penanggungjawab dengan sektor atau Lembaga non pemerintah dan masyarakat.

“Melalui rembuk stunting ini kita dapat bersama-sama melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergitas hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan dari SKPD penanggungjawab layanan dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat yang dilaksanakan melalui musrembang baik tingkat kelurahan maupun tingkat kecamatan sebagai upaya penurunan stunting di lokasi fokus,” urainya.

Rembuk stunting ini, kata Pangerang, merupakan aksi ketiga dari delapan aksi integrasi penurunan stunting. Tujuannya membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kota Parepare.

“Dimana rencana kegiatan intervensi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dilaksanakan pada tahun berjalan dan untuk dimuat dalam RKPD atau Renja SKPD tahun berikutnya,” jelasnya.

Hasil kegiatan rembuk stunting ini, lanjut dia, akan menjadi dasar gerakan penurunan stunting di Kota Parepare melalui integrasi program atau kegiatan yang dilakukan antar SKPD penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat.

Olehnya itu, Pangerang menekankan kepada semua SKPD untuk senantiasa berkolaborasi dengan Kecamatan, Kelurahan, PKK, Puskesmas, dan stakeholder lainnya sehingga target 10 persen prevalensi stunting di Parepare tahun 2024 bisa tercapai dan diharapkan berada di bawah target nasional yaitu 14 persen.

Pada kesempatan itu, Sekda Iwan Asaad selaku Wakil Ketua TPPS Parepare memaparkan secara detail terkait pelaksanaan Aksi 1 dan Aksi 2 dalam rangka pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi. Di mana telah ditetapkan Kelurahan Lokus tahun 2022 ada 5 Lokus berdasarkan SK Wali Kota Nomor 595 Tahun 2021 yaitu Kelurahan Ujung Baru, Kelurahan Mattirotasi, Kelurahan Bumi Harapan, Kelurahan Tiro Sompe, dan Kelurahan Lumpue.

Sementara Ketua TP PKK Parepare, Erna Rasyid Taufan ikut menekankan pentingnya pelibatan Tim Penggerak PKK dalam kegiatan-kegiatan SKPD terkait pencegahan dan penanganan stunting.

Angka prevalensi stunting semakin membaik di Parepare, di mana tahun 2021 berada di angka 18 persen, dan hingga Februari 2022 di level 14,05 persen. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *