PAREPARE, KLUPAS.COM – Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Provinsi Sulsel mengunjungi Kota Parepare untuk memastikan konsistensi penganggaran penanganan kasus AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) masuk dalam Renja SKPD dan RKPD tahun anggaran 2023. Itu karena ketiga penyakit ini diharapkan menjadi zero kasus di seluruh Indonesia pada 2030.
dr. Anwar dari Adinkes Sulsel yang hadir diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare, Rahmawaty Natsier, dan Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang mewakili Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha, di Kantor Dinas Kesehatan Parepare, Kamis, 4 Agustus 2022.
Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Rahmawaty Natsier mengatakan, Adinkes Sulsel berkunjung ke Kota Parepare untuk memastikan konsistensi penganggaran menuju Indonesia Zero Kasus ATM tahun 2030.
Kabid Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang mengatakan, Parepare pastinya mendukung program Menuju Indonesia Zero Kasus ATM. Hal ini dibuktikan dengan termuatnya rencana penganggaran untuk tiga kasus tersebut dalam Renja Dinas Kesehatan Parepare maupun RKPD 2023.
Di Parepare, perkembangan tiga kasus ATM dalam lima tahun terakhir relatif mengalami penurunan. Untuk kasus TBC pada 2018 ada 2.204, menurun pada 2019 menjadi 450 kasus, 2020 turun 295 kasus, 2021 turun lagi 277 kasus, dan pada 2022 per Agustus 216 kasus.
Sementara kasus AIDS dihitung berdasarkan persentase, pada 2018 ada 0,1970 persen, 2019 menjadi 0,29 persen, 2020 0,2244 persen, 2021 0,20 persen, dan 2022 hingga Agustus 0,135 persen.
Sedangkan penyakit malaria pada 2018 ada 22 kasus, 14 kasus 2019, 20 kasus 2020, 11 kasus 2021, dan 5 kasus per Agustus 2022. (*)














