Pembinaan Sekolah Ramah Anak, Tim Gugus Tugas KLA Parepare Beri Catatan Masukan Serius

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Tim Pembinaan Sekolah Ramah Anak Gugus Tugas KLA (Kota Layak Anak) Kota Parepare kembali turun melakukan pembinaan dan pendampingan ke beberapa sekolah, Rabu, 14 September 2022.

Tiga sekolah yang dikunjungi kali ini adalah SDN 3 Parepare, SDN 4 Parepare, dan SMPN 4 Parepare.

Dalam kunjungan ke tiga sekolah ini, tim memberikan beberapa catatan masukan serius dan ketat.

Dinas Kesehatan Parepare memberi masukan tentang pentingnya kesehatan lingkungan sekolah, jaga kesehatan peserta didik, lengkapi sarana cuci tangan (di SDN 3 dan SMPN 4 sudah lengkap), hingga jaga kebersihan kelas.

Juga tentang kebersihan dan keamanan jajanan di kantin sekolah. Diharapkan pihak sekolah untuk mengedukasi pengelola kantin agar jajanan yang dijual tidak menggunakan zat-zat pengawet maupun pewarna yang berbahaya bagi kesehatan anak.

“Sebaiknya jajanan yang alami tidak pakai pengawet, pewarna, dan mengandung bahan berbahaya lainnya. Supaya aman dan sehat dikonsumsi anak-anak,” pesan tim dari Dinas Kesehatan.

Termasuk Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah menjadi perhatian, agar memenuhi standar kelayakan, representatif, dan didukung oleh sarana prasarana memadai. “UKS di SMPN 4 ini sudah sangat memadai,” puji tim Dinas Kesehatan.

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memberi masukan selain tentang jajanan sehat bebas bahan berbahaya, juga disarankan jajanan pangan tradisional lokal di kantin sekolah seperti pisang goreng dan buah-buahan.

DKP juga memberi masukan untuk pemanfaatan pekarangan di sekolah sebaiknya ada tanaman toga dan sayur-sayuran. “Halaman SMPN 4 ini luas, bagus ditanami toga dan sayur-sayuran. Hasilnya kan bisa dikonsumsi sendiri oleh warga sekolah,” saran Dinas Ketahanan Pangan.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong sekolah untuk melakukan pemilahan sampah dan menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang bersih dan ramah anak.

DLH juga mengedukasi terkait drainase dan toilet yang sehat, aman, dan nyaman bagi siswa. Juga terkait kompos dan tanaman yang ada di halaman sekolah.

Sedangkan Dinas Perhubungan mengingatkan tentang pentingnya keselamatan anak-anak, ada zonasi anak sekolah, jalur khusus penyeberangan anak, dan edukasi anak-anak tentang pemahaman rambu-rambu lalu lintas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberi masukan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah, terutama jalur evakuasi siswa yang aman dan representatif.

Tim dari Kecamatan Ujung juga ikut turun dalam melakukan pembinaan dan pendampingan, karena ketiga sekolah ini berada di wilayah Kecamatan Ujung.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, HM Makmur SPd MM yang memimpin kunjungan tim meminta agar semua masukan dari SKPD teknis menjadi perhatian sekolah untuk dibenahi dan dilaksanakan dengan baik.

“Kita berharap pada pendampingan selanjutnya semua masukan itu sudah dibenahi dengan baik. Sehingga jika poin-poin itu kita penuhi, kategori Kota Layak Anak Parepare bisa meningkat, dari nindya menjadi utama,” harap Makmur.

Selanjutnya tim akan turun pada kunjungan hari ketiga, 15 September 2022, di SDN 37, SDN 51, dan MTs-MA Al-Badar.

Hari keempat, 19 September 2022, di MI DDI Kampung Baru, SMPN 9, dan SDN 35. Hari kelima, 21 September 2022, di MTs Negeri Pare, MTs DDI Lilbanat, dan MAN 2. Serta hari keenam, 22 September 2022, di SMP Kristen, SMP Frater, dan SMAN 5 Parepare. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *