PAREPARE, KLUPAS.COM – Bakal Calon Wali Kota Parepare, Muhammad Zaini (MZ) intens bersilaturahmi dan mensosialisasikan dirinya maju berkontestasi sebagai kandidat 01 pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Parepare yang bakal dihelat 27 November 2024 mendatang.
Kali ini, MZ yang didampingi Tim Pemenangan MZ Temanta’ bersilaturahmi dengan warga Kampung Duri di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Parepare, Senin malam, 20 Mei 2024.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti tatap muka sambil berdialog langsung dengan Bakal Calon Wali Kota Parepare MZ. Hadir di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda setempat.

MZ menyampaikan, dirinya aktif bertemu dengan masyarakat untuk mendengarkan harapan-harapan yang dapat dipecahkan secara bersama-sama.
MZ mengungkapkan, di sisa umurnya yang kini menginjak usia 58 tahun, ia akan digunakan untuk beribadah, salah satunya dengan mengabdi kepada masyarakat.
“Seiring dengan adanya pemilihan Wali Kota Parepare, maka saya bertekad pulang kampung berbuat lebih luas untuk mengabdi mengurus orang banyak, tanpa tendensi lain apalagi mau memperkaya diri sendiri,” ungkap MZ, pengusaha di bidang konstruksi yang sukses membangun bisnis di Jayapura, Papua.
MZ mengaku bersyukur, selama 28 tahun dirinya merantau di Jayapura, Alhamdulillah Allah SWT telah memberikan kemudahan dan rezeki yang seukurannya dianggap cukup. Memantapkan diri maju sebagai kandidat 01 di Pilwalkot Parepare, MZ menegaskan menggunakan biaya pribadi tanpa meminta bantuan sponsor.
“Saya tahu konsekuensinya dengan begitu mahalnya berpilkada, tetapi Insya Allah saya tidak akan mengemis atau meminta sponsor untuk membantu, karena itu dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai harapan masyarakat,” tegas MZ.
“Kita tidak ingin direcoki dan seluruh kebijakan nantinya dilaksanakan sesuai dengan aturan. Sepanjang sifatnya untuk kemaslahatan masyarakat, maka itu yang harus dilakukan tanpa harus dipengaruhi pihak lain yang ingin memanfaatkan kekuasaan,” sambung MZ meyakinkan.
Dalam sesi dialog, warga Kampung Duri bergiliran mengajukan pertanyaan dan meminta solusi ke MZ terkait masih banyaknya pengangguran dan pekerja buruh kecil yang hidupnya dalam keterbatasan.
“Di daerah kami ini masih banyak orang yang menggantungkan hidup dari bekerja sebagai buruh tukang dengan kehidupan sangat terbatas, apa solusi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan profesi warga jika kelak bapak MZ terpilih,” kata Rudi.
Tidak hanya itu, Ketua RW setempat Ibu Juhana juga menyampaikan harapan kepada MZ jika dipercaya untuk melakukan akurasi data DTKS.
Beberapa tanggapan lain dari masyarakat seperti, isu pemberdayaan masyarakat lokal, perbaikan infrastruktur jalan serta bantuan untuk fasilitas umum mencuat pada pertemuan tersebut.
Menanggapi harapan warga itu, MZ mengaku akan melakukan kerja-kerja terukur dengan skala prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, MZ berkesempatan membantu masyarakat Kampung Duri berupa kursi.
“Jadi kalau untuk bantuan seperti kursi, saya kira tidak harus menunggu Walikota, tapi sekarang pun saya bisa melakukan secara pribadi,” ucapnya.
Di berbagai kesempatan, MZ menegaskan tekadnya pulang kampung untuk mengabdi membangun Parepare lebih maju dengan niat semata-mata untuk beribadah mengurus orang banyak, melalui jalan ikut berkontestasi pada Pilwalkot Parepare.
Pengusaha di bidang konstruksi yang sukses membangun bisnis di Jayapura, Papua ini lahir di Maroanging, 2 Mei 1966. Di usia 10 tahun MZ ikut bersama orang tuanya yang hijrah ke Parepare.
Bagi MZ, Parepare adalah kampung halamannya. Sebelum merantau ke Jayapura, suami dari Dra Hj Opu Nurrahmah Zakaria, dan ayah dari 4 anak ini menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMA di Kota Parepare, kemudian melanjutkan pendidikan S1 di UVRI Makassar. (*)














