PAREPARE, KLUPAS.COM – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare 2024-2029, Ir H Muhammad Zaini dan Prof Bakhtiar Tijjang MM (MZ-BerBAKTI) mengaku sangat bahagia dan senang mendapatkan Nomor Urut 2 pada pengundian dan penetapan nomor urut Paslon kontestan Pilkada Parepare 2024 yang dilaksanakan KPU di Gedung Auditorium IAIN Parepare, Senin (23/9/2024).
Bagi MZ-BerBAKTI, keduanya memiliki banyak kesamaan dengan Angka 2 (Dua). Kolaborasi tokoh pengusaha sukses dan tokoh pendidikan ini diketahui punya tanggal lahir yang sama. Kedua tokoh pemimpin yang menyatu untuk membawa perubahan dengan mengusung tagline “Parepare Maju” ini sama-sama dilahirkan pada tanggal 02 Mei, hanya tahun kelahirannya yang berbeda.
Angka 2 mencerminkan kemenangan dan kesuksesan. Filosofis angka 2 sejalan dengan yang menjadi visi dari pasangan MZ-BerBAKTI, yakni ingin mengembangkan Parepare menjadi kota yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Angka 2 dengan simbol Dua Jari (V) merupakan simbol VICTORY atau kemenangan dan banyak orang memakainya juga sebagai simbol perdamaian (Peace).
Angka 2 juga melambangkan harmoni.
Pada sila kedua Pancasila adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Sehingga Pasangan Nomor Urut 2 di Pilkada Parepare MZ-BerBAKTI Insya Allah akan membawa Parepare menjadi kota yang maju, mandiri, dan sejahtera yang berasaskan kemanusiaan.
Mengawali sambutannya usai mendapat Nomor Urut 2 pada pengundian dan penetapan nomor urut Paslon, Muhammad Zaini bersama Bakhtiar Tijjang menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atas kepercayaan mengusung Pasangan Calon MZ-BerBAKTI di Pilkada Parepare 2024.
“Khusus kepada partai pengusung saya, partai Gerindra dan partai PKB. Salam hormat kepada Ketua Umum kita, bapak Prabowo Subianto. Juga saya titip salam kepada Ketua Umum kita dari Partai Kebangkitan Bangsa, bapak Muhaimin Iskandar,” ucap MZ yang juga kader Partai Gerindra Sulawesi Selatan.
MZ juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Parepare yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada pasangan calon MZ-BerBAKTI sebagai salah satu kandidat dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare 2024-2029.
“Insya Allah, waktu tenaga dan pikiran akan kami curahkan untuk menjawab amanah yang bapak ibu berikan. Hari ini, saya berdiri di hadapan bapak dan ibu bukan hanya sebagai Calon Wali Kota, tetapi sebagai putra daerah Kota Parepare. Meski selama ini saya dikenal sebagai Passompe atau perantau,” jelasnya.
“Tetapi sesungguhnya saya tidak pernah benar-benar pergi. Badan saya di kampung orang tetapi jiwa, hati dan pikiran selalu tertambat di Parepare, inilah kota yang membesarkan saya, menempa saya dan memberikan saya nilai-nilai hidup, nilai-nilai yang menguatkan saya di manapun berada, nilai-nilai yang membentuk kepribadian saya,” sambung dia.
MZ menuturkan, Kota Parepare menyimpan berbagai potensi dan harapan, namun perlu dipahami bahwa tantangan yang dihadapi tidaklah sedikit.
“Insya Allah apapun bentuk tantangan, kami (MZ-BerBAKTI) menyatakan komitmen untuk mengedepankan dialog, kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Tentunya membuahkan yang inovatif dan responsif,” tegasnya.
Oleh karena itu, kata dia, partisipasi publik akan menjadi landasan dalam setiap keputusan yang nantinya akan diambil apabila MZ-BerBAKTI diberi amanah memimpin Kota Parepare.
“Melalui forum-forum dialog dan diskusi terbuka, bapak ibu akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Parepare kedepan. Tujuannya tidak lain agar solusi yang akan kami rumuskan tepat sasaran. Saya percaya dengan gotong royong, hati dan pikiran akan menjadi energi tambahan yang luar biasa untuk bersama-sama memudahkan Kota Parepare menjadi kota yang maju, mandiri dan sejahtera,” terangnya.
Maju, mandiri dan sejahtera, kata dia, adalah visi MZ-BerBAKTI akan diwujudkan menjadi tujuh misi strategis yang nanti akan dijelaskan lebih lanjut dalam setiap tahapan kampanye.
“Nomor 2 ini sama dengan nomor partai pengusung saya (Gerindra), juga sama dengan tanggal kelahiran saya berdua (Muhammad Zaini dan Bakhtiar Tijjang), tanggal 2. (Nomor 2) sama dengan pemenang Pilpres (Prabowo-Gibran). Apakah ini tanda-tanda (Menang)? Wallahu a’lam bishawab,” ungkap MZ.
Di berbagai kesempatan saat menggelar silaturahmi dan sosialisasi bersama masyarakat Parepare, MZ-BerBAKTI selalu menyampaikan komitmen untuk melanjutkan pembangunan Kota Parepare yang berkelanjutan dan berkemajuan, dengan mencanangkan program kerja berbasis masyarakat dengan membawa 2 tema besar yakni melanjutkan pembangunan Parepare yang berkelanjutan dan berkemajuan.
“Berkelanjutan artinya apa yang sudah ada kita harus pikirkan dan teruskan sesuai perencanaan awal, karena sudah ada uang rakyat di dalamnya. Sedangkan berkemajuan, mencari solusi-solusi agar Kota Parepare kedepannya lebih maju, lebih bermartabat, dan masyarakatnya sejahtera,” ujarnya.
Bagi MZ-BerBAKTI, bila terpilih jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota mudah saja untuk menerapkan program pembangunan Parepare yang berkelanjutan dan berkemajuan, serta menjalankan program kerja lainnya yang bermuara untuk kesejahteraan masyarakat.
Sebab, kata dia, semua biaya yang dikeluarkan untuk berkontestasi di Pilkada Parepare akan menggunakan biayai sendiri, tanpa meminta sponsor.
“Saya tahu konsekuensinya dengan begitu mahalnya berpilkada, tetapi Insya Allah saya tidak akan mengemis atau meminta sponsor untuk membantu, karena itu dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
“Saya bersama Pak Prof Bakhtiar Tijjang diusung oleh bukan partai kecil yah. Partai Gerindra dan PKB. Partai Gerindra Insya Allah Ketua Umumnya Bapak Prabowo Subianto akan dilantik sebagai Presiden RI.
Kalau usungan partai Gerindra dan PKB dilantik (Wali Kota) di Parepare, Insya Allah jalur ke pusat tidak ada halangan untuk mendapatkan bantuan dana dipusat. Gerindra berangkat, Gerindra yang jemput di sana,” tegas MZ.
Bagi MZ, Parepare adalah kampung halamannya, kota ia dibesarkan dan dibentuk karakternya.
“Parepare kampung dimana saya dibesarkan. Menamatkan SD, SMP, SMA, kemudian menyelesaikan pendidikan S-1 di Makassar, lanjut merantau ke Jayapura membawa karakter saya yang telah dibentuk di Parepare,” kata MZ.
MZ mengungkapkan, seiring adanya kontestasi Pilkada Parepare, dirinya bermunajat memohon keridhoan Allah SWT diberi Rahmat dan segala kemudahan untuk pulang ke Parepare ikut berkontestasi di Pilwalkot dengan niat mengabdi mewakafkan diri mengurus orang banyak semata-mata untuk mendapatkan nilai ibadahnya.
“Saya berhutang budi di Parepare, kota dimana saya dibesarkan dan dibentuk karakter saya. Karakter itu yang saya bawa merantau ke Jayapura. Alhamdulillah Allah SWT memberikan kemudahan, ada anak Parepare bisa bersaing di kampungnya orang. Saya pulang ke Parepare untuk berterima kasih, mudah-mudahan dengan dukungan ta’ semua bisa menjadi Walikota Parepare 2024-2029,” ungkap Ayah empat anak ini.
MZ menuturkan, dirinya sudah bersepakat dengan Prof Bakhtiar Tijjang mengabdikan diri untuk masyarakat Parepare.
“Saya menganggap ini adalah Rahmat dari Allah SWT mempertemukan saya dengan Prof Bahtiar untuk maju bersama-sama berkontestasi di Pilkada Parepare,” tuturnya.
Suami dari Dra Hj Opu Nurrahmah Opu Bau ini menegaskan, dirinya pulang ke Parepare ingin menjadi pemimpin yang hadir untuk merubah semua hal-hal yang dianggap merugikan oleh masyarakat, termasuk memberikan semua yang menjadi hak masyarakat.
MZ juga tidak mau mengumbar janji-janji gratis ke warga karena memang sudah gratis dari pusat. Justru meyakinkan bahwa segala yang menjadi hak masyarakat akan diterima. (*)














