Oleh: A. Tenri Wara (Pemuda Kota Parepare)
OPINI – Ada pepatah yang mengatakan “Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya kembali ke sarang juga”. Pepatah ini begitu lekat dengan kisah hidup Ir H Muhammad Zaini (MZ), seorang anak dari Kota Parepare yang berani bermimpi besar.
Ketika orang-orang di sekitarnya masih sibuk mencari aman di zona nyaman, MZ mengambil keputusan yang berbeda. Dia merantau jauh dari kampung halamannya, demi meraih sesuatu yang lebih dari sekadar hidup yang cukup. Namun, takdir telah menyiapkan cerita yang jauh lebih besar untuknya.
Di perantauan MZ memulai karir dan usahanya dari bawah (titik nol). Dengan modal tekad dan semangat perjuangan pantang menyerah, beliau bisa survive dan sukses di kampung orang. Setelah meraih kesuksesan, ada satu yang terus memanggil hatinya, yakni Kota Parepare, kota dimana ia dibesarkan dan menamatkan pendidikan SD, SMP dan SMA, sebelum menyelesaikan kuliah S-1 di UVRI Makassar. Di Parepare karakter MZ dibentuk, yang ia bawa merantau ke Jayapura, Provinsi Papua.
Setelah kurang lebih 27 tahun membangun usaha di rantau orang, MZ kini meraih kesuksesan dan menjadi salah satu pengusaha papan atas di bidang konstruksi.
MZ kembali ke Parepare bukan karena merasa cukup dengan apa yang telah dicapai, melainkan karena ia tahu kota yang ia cintai mengharapkan dan menantikan sosok yang yang akan membawa perubahan ke arah kebaikan. Ia datang untuk mengurus, bukan diurus apalagi datang untuk menguras kota ini.
“Saya tidak pulang dengan tangan kosong. Saya pulang untuk mengabdi mewakafkan diri untuk memberi sesuatu yang lebih baik bagi kota Parepare. Saya mau mengurus orang banyak, dengan niat untuk mendapatkan amalannya,” ungkap MZ, di setiap kali bersosialisasi dengan masyarakat Parepare.
Kisah ini ini bukan sekadar tentang apa yang kita capai untuk diri sendiri, tapi tentang bagaimana kita bermanfaat bagi orang lain. Dengan setiap langkah yang diambilnya, MZ membuktikan bahwa pulang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru, di mana ia tidak lagi berjalan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang-orang yang paling berarti baginya, untuk masyarakat Parepare.
MZ adalah simbol dari harapan masyarakat Kota Parepare, bahwa siapa pun kita, dari mana pun kita berasal, dengan tekad yang kuat dan semangat untuk berbagi, kita harus pulang untuk berbuat kebaikan. Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya tempat kita memulai perjalanan, tapi juga tempat kita kembali untuk mengabdi.
Di setiap bersosialisasi dengan masyarakat Parepare, MZ juga kerap mengeluarkan kalimat Engkani Pasompe’e (Perantau sudah datang), kembali ke Parepare untuk mengabdi mewakafkan diri mengurus orang banyak, semata-mata ingin mendapatkan amalan ibadahnya. Membawa perubahan menuju Parepare yang lebih maju dengan masyarakatnya yang sejahtera. Karena berangkat dari niat mengabdi untuk ibadah, MZ menegaskan semua yang menjadi hak masyarakat akan didapatkan. (*)














