PAREPARE, KLUPAS.COM – Calon Wali Kota Parepare nomor urut 2, Ir H Muhammad Zaini (MZ) mendukung penuh pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan menciptakan peluang pasar produk lokal bagi masyarakat Parepare.
Dukungan itu ditunjukkan MZ saat dirinya memborong kue jajanan warga dalam blusukannya di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Kamis (3/10/2024) pagi.
MZ bersama timnya menggelar kampanye tatap muka/dialog langsung dengan mengunjungi satu persatu warga dan tokoh masyarakat di belakang Pasar Sumpang Minangae, termasuk warga di depan pasar.
“Harapan kami kepada (MZ-BerBAKTI) semoga kedepannya perekonomian warga khususnya UMKM bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah, termasuk dalam pemberian bantuan modal usaha dan peralatan usaha, bagi pelaku UMKM,” harap Hasdaliah, warga penjual jajanan kue yang mengaku sangat gembira kue jajanannya diborong MZ.
Selain itu, MZ juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Prof Bakhtiar Tijjang berkomitmen dalam pengembangan ekonomi masyarakat dengan memaksimalkan fungsi-fungsi sektor pertanian, perikanan dan kelautan, perdagangan, pariwisata, serta industri, yang bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
Masyarakat sekitar pasar hingga pesisir Sumpang Minangae diketahui mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
Diketahui, visi Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 2 usungan Partai Gerindra dan PKB, Muhammad Zaini-Bakhtiar Tijjang (MZ-BerBAKTI) adalah “Terwujudnya Parepare Sebagai Kota Yang Maju, Berkelanjutan, Mandiri Dan Sejahtera,”.
Ada 7 misi Paslon MZ-BerBAKTI menuju Parepare Maju, di antaranya pembangunan ekonomi masyarakat, melalui pengembangan potensi lokal dan membuka ruang bagi investor, dengan memaksimalkan fungsi-fungsi sektor pertanian, perikanan dan kelautan, perdagangan, pariwisata, serta industri, yang bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
Menanggulangi kemiskinan melalui kemandirian ekonomi dengan memaksimalkan sumber daya daerah, maupun pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi dan menciptakan peluang pasar produk lokal. (*)














