Hidup Sebatang Kara, Nenek 100 Tahun Kelaparan di Kota “Peduli” Parepare

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – I Punnu, nenek renta berusia 100 tahun lebih, hidup memprihatinkan dan kelaparan di kota bertagline “Peduli”, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, tepatnya di Kampung Lappa Angin, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki.

Hidup sebatang kara, I Punnu tinggal sendirian di rumah panggung berukuran kecil. Kondisi fisiknya yang terus menua membuatnya tidak bisa lagi bekerja untuk mencari nafkah buat makan sehari-harinya.

Untuk bertahan hidup di kota Cinta Habibie-Ainun, I Punnu hanya bisa mengandalkan belas kasihan tetangga dan warga sekitar agar bisa makan.

Tidak jarang, I Punnu hanya makan sekali dalam sehari semalam atau bahkan sama sekali tidak makan lantaran makanan atau beras pemberian tetangga atau warga sekitar sudah habis.

“Nenek ini (I Punnu) hidup sendirian. Ada anaknya, tapi tidak dihiraukan. Semua anaknya pergi merantau jauh. Nanti dia makan kalau ada yang kasih beras atau pembeli beras,” cerita salah seorang warga sambil membasuh air matanya.

“Makkadai maliwasengnga’ nak. Engka nanreku cedde’, tapi de’wanre ko wenni ko wanre nanreku makkukkuwe (Barusan dia katakan, saya lapar nak. Ada nasi ku sedikit, tapi saya tidak makan nanti malam kalau saya makan ini nasi sekarang),” sambungnya, menirukan ucapan nenek I Punnu dalam bahasa Bugis.

Sejumlah warga dan tetangga berharap Pemerintah Kota Parepare peduli dengan kondisi warga seperti nenek I Punnu. Paling tidak memberikan bantuan untuk bisa memenuhi makan sehari-harinya.

“Ini orang tua (I Punnu’) kalau lambat dia bangun dalam rumahnya kalau pagi-pagi, mertuaku selalu tengok di sini,” kata Karno, tetangga nenek I Punnu. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *