PAREPARE, KLUPAS.COM – Luapan emosional para pedagang pasar Lakessi pecah menyuarakan untuk memenangkan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 2, Ir H Muhammad Zaini dan Prof Bakhtiar Tijjang MM (MZ-BerBAKTI) di Pilkada serentak 2024.
Sambutan dan semangat dukungan para pedagang terlihat begitu berapi-api saat Paslon usungan Partai Gerindra dan PKB ini blusukan di Pasar Lakessi, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Parepare, Jumat (11/10/2024).
Tokoh masyarakat pedagang di Pasar Lakessi, Muhammad Ilyas Halede menilai secara pribadi dan secara keseluruhan bahwa Paslon MZ-BerBAKTI betul-betul pemimpin yang amanah dan paling pas memberi solusi terbaik untuk perbaikan tata kelola Pasar Lakessi kedepan, untuk kenyamanan seluruh pengguna pasar.
“Ir H Muhammad Zaini dan Prof Dr H Bakhtiar Tijjang, dua-duanya ini sudah menjadi tokoh, Pak Prof generasi daripada Andi Faisal Sapada. Dan tentunya kita (pedagang pasar) yakin MZ-BerBAKTI betul-betul mendengarkan hati nurani daripada suara pedagang, di lima titik Pasar se-Kota Parepare. Kenapa? Karena masyarakat ada semua di sini. Masyarakat Parepare yang tentu mencari kehidupan, menafkahi keluarganya. Karena selama ini yang namanya wadah pasar itu sepertinya terlupakan,” kata salah satu pendukung Puang Ical.
“Jadi, sekiranya Haji Muhammad Zaini dan Prof Bakhtiar Tijjang nantinya dia jadi Wali Kota betul-betul membawa harapan sesuai keinginan masyarakat pasar kedepan. Mungkin inilah nanti akhir daripada segala-galanya, Wali Kota yang terbaik (MZ-BerBAKTI) mudah-mudahan Insyaallah,” sambung Ilyas dengan semangat berapi-api.
Ilyas mengungkapkan, persoalan di pasar adalah diibaratkan munculnya suatu luka dimana luka yang lama belum sembuh kemudian muncul lagi luka baru, dengan virus yang sama.
“Harapan kita kedepan ada tata kelola yang baik khusus pasar Lakessi ini, pasar Labukkang, pasar Wekke’e, pasar Sumpang dan pasar Senggol. Jangan dibedakan,” harapnya.
Ia juga berharap kedepannya apabila MZ-BerBAKTI terpilih Wali Kota, bisa menghadirkan masyarakat pedagang duduk bersama di dalam forum untuk membahas konsep dan tata kelola tentang pasar.
“Karena kami ini bukan juga melanglang buana di pasar tapi punya suka duka di pasar seperti itu. Dan kami bergenerasi di sini. Itu harapannya kami sangat menggantungkan ada perubahan, ada kemajuan, karena (MZ Ber-BAKTI) kolaborasi orang bisnis (pengusaha) dan birokrat pendidikan, sangat luar biasa,” ujarnya.
“Mudah-mudahan kedepan Bapak Muhammad Zaini dan Pak Prof diberi kesehatan, petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala untuk mewujudkan niatnya mewakafkan jiwa dan raganya demi untuk masyarakat Kota Parepare. Ini sangat luar biasa,” tambah dia mendoakan MZ-BerBAKTI.
Pasar Lakessi, kata dia, selama ini dinilai belum menemukan konsep yang tepat sehingga memunculkan mindset cara berpikir para pedagang menyalahkan satu sama lain.
“Padahal di sini butuh tata kelola, daya saing dan penarik untuk pasar ini agar orang datang. Coba kita lihat lantai tiga, kosong semua. Kemana (pedagang), Kenapa ini tidak difungsikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Butuh kebijakan perikemanusiaan. Bukan memberikan kebijakan yang menghantam masyarakat untuk membayar kiri kanan. Ini kendalanya,” ungkapnya.
“Kita selalu senang berkolaborasi pada saat momen-momen mau lebaran, Natal, Tahun Baru, jangan hadirkan itu seperti yang di Islamic Center ada lagi pasar di situ. Sehingga itu pecah namanya penghasilan, itu bukan solusi. Terus untuk struktur pemerintahan ada yang menaungi kita, Satpol PP, Perhubungan, Dinas Perdagangan. Dinas Perdagangan salah langkah. Kenapa kalau kami butuh yang namanya operasi pasar jangan ke Lapangan Andi Makkasau, mesti di pasar dioperasi. Karena ada dipecahkan masalah spekulasi para pedagang. Kan itu kalau tomat sepuluh ribu, datang tujuh ribu atau delapan ribu, masyarakat tentu ambil. Seharusnya disamakan dengan harga yang di pasar,” paparnya.
Persoalan paling inti, lanjut dia, tidak adanya uang atau kurang uang beredar. Olehnya itu, ia berharap MZ-BerBAKTI nanti ada dana-dana UKM, bantuan permodalan yang sifatnya membantu para pedagang dan mungkin ada kebijakan di dalamnya yang tidak sampai mencekik leher.
“Saya di sini untuk berkomunikasi, siapa pun itu. Bukan hanya seremonial belaka, karena ini adalah luapan aspirasi (pedagang) yang selama ini terekam. Tiga belas tahun. Dulu nikmat membawa sengsara, sekarang sengsara membawa nikmat,” katanya.
Ia mengatakan, Pemerintah jangan serta merta mengeluarkan Perda (Peraturan Daerah) namun tidak melihat keadaan masyarakat apakah mampu menerima Perda ini.
“Itulah (kami) sangat mengharapkan kepada Haji Muhammad Zaini dan Pak Prof bagimana betul-betul nantinya kalau Insyaallah dipilih masyarakat, karena juga kami yakin sekali, tidak mendahului Tuhan, tapi hanya melihat teman-teman antusiasnya. Satu-satunya Calon Wali Kota yang begitu semangat berapi-api hati nuraninya masyarakat pedagang untuk memilih beliau,” kata Ilyas.
Sementara Muhammad Zaini (MZ) mengungkapkan, bahwa pasar kedepannya akan dipikirkan bersama-sama dengan melibatkan semua yang terbatas di dalam pasar.
“Sama-sama ki pikirkan ini (pasar). Insyaallah sepanjang kita mau urus, kita sama-sama dengan tenang menerima keputusan-keputusan yang memihak kepada orang banyak, saya pikir tidak ada masalah. Itu yang masalah kalau mau mengedepankan pribadinya,” kata MZ.
“Semua yang terlibat di dalam pasar, kita buka forum, mari kita bicara, kita cari solusi terbaik agar pengelolaan pasar ini bisa berjalan sesuai yang diinginkan oleh masyarakat pedagang dan semua pengguna pasar. Karena memang harapan kita, misi kita bersama Pak Prof, mau mengurus masyarakat. Kalau kita memang mau urus masyarakat, pasti ada solusinya. Tidak ada yang tidak ada solusinya. Apalagi namanya kita manusia ini punya pikiran. Ini adalah Jalannya Allah SWT, saya bersama Pak Prof yang sudah tau persis keadaan pasar. Pokoknya kita berikan yang terbaik yang diterima semua oleh pengguna pasar,” sambung MZ.
MZ juga menegaskan soal bantuan modal usaha sudah disusun dalam misi MZ-BerBAKTI yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi dan menciptakan peluang pasar produk lokal.
Hj Linda Siri, penjual beras dan barang campuran berharap bagaimana pembeli masuk ke dalam pasar.
“Selama pasar baru pembeli kurang sekali yang masuk, begitu juga pasar senggol. Karena saya juga menjual di pasar senggol. Tappa cakkotto’ pangellie. Dulu pasar bagus, pembeli semua masuk. Setelah dibangun pembeli tidak masuk lagi,” kata dia.
“Kalau Haji Bakhtiar, kita sudah lama kenal karena kan dulu penjual pak, penjual sepatu. Jadi bapakku dan bapaknya kan sesepuhnya pasar. Pernah juga jadi Ketua KKP (Kerukunan Keluarga Pasar), waktu masih pasar Lakessi yang dulu (belum dibangun),” sambungnya.
Harapan yang sama disuarakan oleh Sitti Atirah, penjual barang campuran. “Elo’ku, padecengi Lakessi supaya makanja toh pangellie tama. Madodong pasa’e. Di belakang semua ji orang belanja. Tidak ada Masuk. Insyaallah nomor dua, iya’ marana’ daekku marana,” harapnya.
“Kami kesulitan, tidak ada pembeli masuk, semua di belakang. Ini kan di belakang jalanan, setelah dibangun (TP2) hilang semua pembeli. Baru penjual di belakang tidak mau masuk. Selama ini (pemerintah) cuma pembangunan saja. Tidak peduli dengan masyarakat, apa ini bermanfaat atau justru merugikan pedagang. Ini merugikan (setelah dibangun) tidak ada pembeli masuk. Kami mau penjual dan pembeli masuk ke dalam pasar,” kata Nuraeni, penjual bebek.
“Alhamdulillah Haji Zaini orang baik, tidak sombong, suka senyum sama masyarakat. Saya tinggal di Lumpue. Melo’ka soppoi Pak Haji Zaini ko menre’i Wali Kota,” kata Agustamin, penjual bebek. (*)














