PAREPARE, KLUPAS.COM – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 2, Ir H Muhammad Zaini dan Prof Dr H Bakhtiar Tijjang MM (MZ-BerBAKTI) menggelar kampanye blusukan di Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Parepare, Selasa (8/10/2024) sore.
Dalam kampanye pertemuan tatap muka dan dialog dengan warga, Muhammad Zaini mengambil titik kumpul di Ujung Aspal, Kampung Lappa Angin, daerah perbatasan Kota Parepare dengan Kabupaten Sidrap yang hanya dipisahkan oleh aliran sungai. Sementara Bakhtiar Tijjang mengambil titik kumpul di Pintu Gerbang Kelurahan Watang Bacukiki.
Tiba di lokasi blusukan, MZ langsung disambut oleh warga, tokoh masyarakat dan pemuda Lappa Angin. MZ juga menyempatkan meninjau kondisi objek wisata Lappa Angin yang kondisinya rusak parah dan tidak terurus. Bahkan bendungan sungai nampak sudah jebol.
Saat berdialog bersama MZ, warga Lappa Angin mengeluhkan kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan di daerahnya. Warga juga mengaku sudah sangat lama merindukan adanya jembatan gantung sebagai akses penyeberangan ke perkebunan warga yang berada di seberang sungai, namun sampai saat ini hal itu hanya sebatas angan-angan warga saja lantaran minimnya perhatian pemerintah untuk daerah pinggiran Kota Parepare itu.
Warga menyebut, harus melalui medan yang berat dan terjal untuk bisa mencapai kebun yang berada di seberang sungai. Menuruni lereng bukit, menyeberangi sungai lalu kembali mendaki bukit. Perjuangan warga justru makin berat ketika pulang ke rumah membawa hasil perkebunan.

Belum lagi jika musim penghujan tiba atau debet air sungai lagi tinggi. Mau tidak mau warga harus rela bermalam di kebun hingga beberapa hari sambil menunggu debet air sungai turun. Sebab, sangat berisiko jika memaksakan pulang ke rumah membawa hasil bumi dalam kondisi arus sungai yang deras.
Merespons keluhan warga, MZ menegaskan bahwa dirinya bersama Prof Bakhtiar Tijjang sudah menyusun program kerja, visi dan 7 misi untuk Parepare Maju. Salah satu misi MZ-BerBAKTI, kata dia, yaitu mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui pemerataan dan keseimbangan pembangunan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepentingan aspek lingkungan hidup.
“Saya bersama Pak Prof Bakhtiar Tijjang sudah menyusun visi misi untuk Parepare Maju. Salah satu misi kita di dalamnya untuk membangun kota baru di daerah Bacukiki, termasuk di Lappa Angin,” ungkap MZ.

MZ memastikan, sistem pembangunan di Parepare kedepannya akan dirubah dengan tujuan untuk pemerataan dan pelibatan masyarakat secara langsung. Pembangunan infrastruktur berdasarkan skala prioritas yang berbasis kebutuhan warga, sesuai usulan dari hasil musyawarah masyarakat. Bukan asal membangun karena keinginan pemimpin, tapi membangun berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak.
“Insyaallah, kita bersama-sama membangun Kota Parepare khususnya di Bacukiki. Karena Bacukiki ini satu kesatuan bagian dari Kota Parepare, jadi pemerintah harus hadir memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya, salah satunya pembangunan infrastruktur yang memang dibutuhkan dan sudah sangat lama didambakan oleh masyarakat Bacukiki,” ujarnya.
“Ini harus ada jembatan gantung karena ada lembah begini, ada gunung sebelah menyebelah. Apalagi di sebelah itu adalah lokasi perkebunan warga, jadi harus ada jembatan gantung sebagai akses penyeberangan warga untuk mengangkut hasil perkebunannya,” tambah pengusaha papan atas di bidang konstruksi ini.
Selain infrastruktur, MZ juga akan memberi ruang bagi anak-anak muda Lappa Angin untuk pengembangan kreatifitas.
“Kita akan kasih ruang semua ini anak-anak muda untuk mengembangkan kreatifitas sesuai dengan talenta yang dimiliki,” tandasnya. (*)














