PAREPARE, KLUPAS.COM – Wali Kota Parepare Tasming Hamid hadir dan membuka resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak dan Perempuan Tingkat Kota Parepare 2025, Kamis (13/3/2025).
Musrenbang yang berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare itu, turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Parepare dr Andi Arfiah Haj SKed, yang baru saja dilantik juga sebagai Ketua Dekranasda, Bunda PAUD, dan Bunda Forum Anak Parepare.
Dalam sambutan, Wali Kota Tasming Hamid mengemukakan Pemkot Parepare pastinya mensupport aspirasi dari masyarakat termasuk melalui Musrenbang Perempuan dan Anak.
“Sangat sayang usulan banyak tidak terakomodir. Tapi tetap harus diperjuangkan, minimal 50 persen kalau tidak bisa terealisasi 100 persen,” kata Tasming.
TSM, akronimnya, menekankan, bukan alasan tidak berbuat dengan kondisi efisiensi pemangkasan anggaran saat ini. Dengan anggaran terbatas, harus tetap bisa memberi manfaat untuk masyarakat dan umat.
“Kita pelototi dan kawal setiap usulan aspirasi masyarakat. Dengan keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berbuat,” tegas TSM.
TSM mengharapkan ada output dari Musrenbang. Harus ada fokus jangan sampai terlalu lebar sehingga tidak fokus.
“Jangan terlalu banyak program tapi tidak tuntas. Hasil Musrenbang harus ada output, ada hal yang berubah,” ingat TSM.
Kepala Bappeda Zulkarnaen dalam laporannya mengungkapkan, Musrenbang Perempuan dan Anak adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang secara khusus melibatkan perempuan dan anak dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Tujuan dari Musrenbang Perempuan dan Anak adalah untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah telah memperhatikan perspektif gender dan anak-anak.
“Adanya Musrenbang Perempuan dan Anak diharapkan dapat memberikan ruang partisipatif kepada perempuan dan anak-anak untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi mereka dalam proses perencanaan pembangunan,” harap Zulkarnaen.
Zulkarnaen mengulas, 18 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan visi menjadikan Parepare sebagai Kota Terbaik, Sejahtera dan Maju, dengan 6 misi telah diarahkan dalam Musrenbang Perempuan dan Anak yang diselaraskan pula dengan 8 Asta Cita Presiden, dengan 17 program prioritas nasional, serta visi misi Gubernur Sulawesi Selatan dengan 8 program prioritas Provinsi Sulsel.
Zulkarnaen menekankan, Musrenbang Perempuan dan Anak juga dapat menjadi wadah untuk mempromosikan kesetaraan gender dan perlindungan hak anak. Dengan memastikan bahwa perspektif gender dan anak-anak terintegrasi dalam perencanaan pembangunan, diharapkan akan tercipta
lingkungan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (*)














