Parkir Bongkar Muat Truk Depan Pintu Pelabuhan Nusantara Disinyalir Pungli

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Kapasitas area parkir Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan, sangat terbatas dengan jumlah kendaraan yang akan berangkat maupun turun dari kapal. Akibatnya, mobil pengantar dan penjemput penumpang hingga truk pengangkut barang melakukan parkir dan bongkar muat di depan pintu masuk dan keluar pelabuhan.

Kondisi itu menimbulkan kepadatan kendaraan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas saat kedatangan maupun pemberangkatan kapal, terlebih disaat jadwal kapal yang bersamaan.

Selain mengakibatkan kepadatan kendaraan, parkir dan bongkar muat barang di depan pintu masuk dan keluar Pelabuhan Nusantara Parepare disinyalir kuat adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Informasi yang dihimpun, sopir yang parkir di luar pelabuhan dipungut biaya parkir oleh oknum tertentu. Sementara mobil truk yang parkir dan melakukan bongkar muat di depan pintu masuk pelabuhan dikenakan biaya Rp50 ribu.

Anggota Koalisi Peduli Pare (KPP) Ahmad Basri, mengaku sangat menyangkan adanya indikasi pungli parkir dan bongkar muat barang di depan pintu Pelabuhan Nusantara.

“Saya tanya ke sopir truk yang bongkar muat barang di luar pelabuhan itu bayar Rp50 ribu. Katanya biayanya enteng kalau parkir dan bongkar muat di luar pelabuhan dibandingkan bongkar muat di dalam pelabuhan,” ungkap Ahmad.

“Pertanyaannya, pembayaran parkir dan bongkar muat barang dari mobil truk di luar pelabuhan itu disetor ke mana? Karena tidak ada struknya. Ini terindikasi pungli yang harus ditertibkan,” sambungnya.

Semestinya, kata dia, hal ini tidak dibiarkan berlarut dan Pelindo bersama stakeholder terkait segera melakukan penataan mengarahkan truk untuk masuk parkir dan melakukan bongkar muat di dalam area pelabuhan agar tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Muh Arsyad saat dikonfirmasi Jumat (11/4/2025) mengatakan, kepadatan kendaraan disebabkan karena adanya keterlambatan kapal masuk yang tidak sesuai jadwal, sehingga mengakibatkan kendaraan menunggu di depan pelabuhan.

Di sisi lain, kata dia, kapasitas area parkir pelabuhan sangat terbatas dengan jumlah kendaraan yang akan berangkat maupun turun pada saat jadwal kapal yang bersamaan.

“Terkait ini (kepadatan kendaraan) kita sudah lakukan rapat koordinasi di kantor Dishub, semua pihak hadir. Rencana kedepan pihak Dishub akan menambah area titik parkir kendaraan yaitu di dekat Taman Mattirotasi, ada tanah kosong yang sudah dikomunikasikan dengan Pemkot Parepare,” ungkapnya.

Sementara, Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Parepare, I Nengah Suryana Jendra mengatakan, hal itu memang menjadi salah satu agenda Pelindo setelah lebaran.

“Itu memang salah satu agenda kami setelah lebaran, untuk melakukan koordinasi dengan para pemilik truck dan pemilik barang tentunya juga dengan KSOP sebagai otoritas pelabuhan terkait pengaturan dan penataan mobil-mobil truck yang mau dimuat ke kapal RORO,” ujar I Nengah.

Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Parepare, Aryun Handayana, dikonfirmasi terkait parkir di luar pelabuhan melalui WhatsApp aktif namun belum dijawab. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *