Reses Kadarusman Mangurusi, Warga Keluhkan DLH Tak Becus Tangani Sampah

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Anggota DPRD Kota Parepare, H Kadarusman Mangurusi, menggelar reses atau temu konstituen untuk menjaring aspirasi masyarakat. Reses digelar di Jalan Mawar, Kecamatan Ujung, Minggu (25/5/2025).

Di hadapan ratusan konstituennya, Legislator Golkar dapil Kecamatan Ujung ini menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai persoalan warga.

Suwandi Suaib, warga Jalan Kijang, Kelurahan Labukkang, kembali menyuarakan terkait penanganan sampah yang dinilai carut marut. Ia menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tak becus menangani persoalan sampah rumah tangga, sehingga berharap kepada dewan untuk menindaklanjuti aspirasi warga.

“Di Jalan Kijang hanya ada satu tempat sampah dekat bundaran, dekat dari kantor Kominfo. Sehingga masyarakat dari atas itu membawa sampahnya di pinggir jalan. Persoalannya bukan sampai di situ, sampah yang disimpan di pinggir jalan sering terhambur akibat binatang seperti kucing atau anjing, dan terlihat sangat jorok. Belum lagi armada pengangkut sampah kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” keluhnya.

Olehnya itu, Suwandi berharap ada motor pengangkut sampah yang masuk ke lorong-lorong untuk mengambil sampah dari rumah warga.

“Belum lama ini ada tong sampah di pinggir jalan tapi hilang tidak tau siapa yang ambil. Ini semestinya menjadi perhatian dinas terkait,” ujarnya.

Sementara, Roslina, warga di kompleks Pasar Labukkang, menyampaikan aspirasi terkait bantuan pakaian anak sekolah.

“Soal bantuan pakaian seragam sekolah (SD dan SMP) apakah tahun ini sudah berlaku gratis atau belum?,” tanya Roslina.

Roslina juga mengeluhkan tidak adanya saluran dari dalam pasar yang terhubung ke laut, hanya ada gorong-gorong yang dibuat sendiri oleh warga. Akibatnya, kata dia, kalau hujan air selokan merembes masuk ke rumah warga.

Anggota DPRD Parepare Kadarusman Mangurusi mengatakan, pelaksanaan reses ini dilaksanakan 3 kali dalam setahun. Tujuannya untuk menjaring aspirasi warga yang selanjutnya ditindaklanjuti untuk direalisasikan.

“Alhamdulillah selama reses berhasil kami laksanakan dengan melihat kehadiran dan animo bapak ibu yang hadir. Harapannya pada reses kita menghimpun usulan-usulan yang ada dari bawah,” kata mantan Kadis PUPR Kota Parepare ini.

Kadarusman menuturkan, reses hampir sama dengan musrenbang. Sebab yang diundang adalah tokoh-tokoh masyarakat.

“Apa yang muncul di musrenbang dan muncul di reses anggota DPRD tentu akan menjadi prioritas kepala SKPD,” ujar mantan Kadis Tata Kota Parepare ini.

“Karena kondisi perekonomian kita, efisiensi menyangkut anggaran pasti berdampak secara keseluruhan. Insya Allah tahun 2026-2027 bisa normal kembali. Apa yang diusulkan dan disampaikan di reses kami, Insya Allah akan sampai ke tingkat atas,” tambahnya.

Terkait persoalan penanganan sampah rumah tangga, Kadarusman mengaku miris melihat armada pengangkut sampah DLH yang masih menggunakan Kijang tahun 70-an model kotak yang dinilai sudah tidak layak pakai.

Semestinya, kata dia, pimpinan DLH dituntut bagaimana memacu dan bersikap tegas kepada petugas kebersihan yang ada di lapangan. Bekerja lebih gesit dan melakukan terobosan sebab persoalan penanganan sampah membutuhkan kerja-kerja cepat dan terukur untuk memberi kenyamanan kepada warga serta menjaga estetika kota.

“Menyangkut armada sampah, seperti tahun kemarin DLH juga jangan sekaligus mengusulkan langsung delapan truk, karena itu sangat memberatkan anggaran. Mungkin bisa diusulkan secara bertahap, dua unit dalam setahun,” ujarnya.

Sementara untuk saluran dari dalam pasar Labukkang ke arah Jalan Andi Cammi yang terhubung ke pantai, Kadarusman mengaku segera menyampaikan ke Dinas PUPR. Begitu pula dengan pakaian seragam sekolah yang akan dikoordinasikan ke Dinas Pendidikan.

“Seingat saya, saya dua tahun Kadis Pendidikan, ada itu bantuan untuk pakaian seragam sekolah bagi siswa yang kurang mampu. Begitupula alat-alat tulis,” kata mantan Kadis Pendidikan Parepare ini.

Pada reses kali ini, sejumlah aspirasi mencuat di antaranya insentif kader Posyandu yang diharapkan tidak melalui rekening alias tunai, keluhan penertiban PKL di atas trotoar, seringnya event di Lapangan Andi Makkasau yang menggangu aktivitas masyarakat berolahraga. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *