PAREPARE, KLUPAS.COM – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menggagas penyelenggaraan lomba inovasi di lingkup Pemerintah Kota Parepare. Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berkreasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Ide ini disampaikan langsung Tasming Hamid saat membuka kegiatan Penguatan Inovasi Daerah yang digelar oleh Bappeda Parepare di Ruang Pola Kantor Wali Kota, Kamis (4/9/2025).
“Kita buat lomba tingkat Parepare, siapa punya inovasi yang baik diberikan reward,” tegas Tasming, disambut tepuk tangan oleh para pejabat dan ASN yang hadir.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari BSKDN Kemendagri, yakni Dr. Akbar Ali, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi, serta Aldo Harjunanto, Analis Kebijakan Ahli Pertama.
Wali Kota Tasming Hamid secara langsung meminta kepada Bappeda sebagai leading sektor untuk segera merancang dan menyiapkan skema lomba inovasi ini. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kehadiran para narasumber nasional tersebut sebagai momentum untuk menyerap ilmu dan menerapkannya di Parepare.
“Kalau tidak bisa buat inovasi, minimal bisa adopsi inovasi terbaik yang ada di Indonesia. Jadi tidak boleh lagi ada OPD tidak melakukan inovasi,” ujar Tasming
Mantan Pimpinan DPRD Parepare ini menegaskan bahwa inovasi bukan hanya tuntutan, tapi kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern. Seluruh OPD diminta aktif menciptakan solusi baru demi kemudahan layanan masyarakat.
Mendukung penuh gagasan tersebut, Dr. Akbar Ali yang juga mantan Pj Wali Kota Parepare menyatakan komitmennya untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di Parepare.
“Kalau untuk Parepare saya siap mendukung penuh. Di Pusat kita ada IGA Award, di Makassar IMA, nanti di Parepare kita pikirkan apa nama yang baik untuk lomba inovasinya,” ucap Akbar Ali.
Menurut Akbar, inovasi tidak harus mahal atau kompleks, namun harus mampu memberikan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Ia menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 45 inovasi yang diinput ke aplikasi IGA Kemendagri oleh Pemkot Parepare, berasal dari 12 perangkat daerah, serta beberapa UPTD termasuk puskesmas, SMP, dan SD.
“Luar biasa inovasi di Parepare sampai tingkat SD. Nanti daftarkan di HAKI supaya bisa dipatenkan inovasinya. Saya yakin anak-anak di Parepare bisa bersaing,” tambahnya.
Akbar juga menyinggung pentingnya inovasi dalam kaitannya dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), di mana salah satu indikator penilaiannya adalah kreativitas dan inovasi ASN. Ia menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah yang cukup terbatas harus dijawab dengan terobosan dan inovasi yang mendukung program-program strategis pemerintah daerah.
“Inovasi penting karena kondisi daerah. Saat ini 85 persen kondisi keuangan daerah tidak baik-baik saja, sementara tuntutan kebutuhan masyarakat tinggi. Karena itu jajaran pemerintah tetap harus berjuang melakukan inovasi kebaruan untuk mendukung program-program, terutama visi misi dan program Wali Kota Parepare harus disukseskan lewat inovasi ini,” pungkas Akbar. (*)














