BARRU, KLUPAS.COM – PT Gemilang Barru Indonesia resmi memperkenalkan model bisnis ekonomi baru berbasis pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengolahan kelapa tua dengan sistem green house. Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Perusahaan yang berlokasi di Dusun Pacciro Paoe, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru (jalur menuju Buludua) tersebut memanfaatkan bahan baku kelapa tua yang dibeli langsung dari petani lokal maupun regional. Skema ini tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi petani, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan kelapa.
Adapun produk yang dihasilkan dari proses produksi ini meliputi: Kopra putih, Arang, Gula merah, dan Nata de coco.
Kapasitas produksi direncanakan mencapai 60 ton bahan baku kelapa setiap dua minggu, dengan luas area produksi sekitar 3 hektare. Produk olahan tersebut akan dipasarkan ke Makassar dan direncanakan menembus pasar ekspor ke Pakistan, China, dan Korea.
Dalam operasionalnya, PT Gemilang Barru Indonesia membuka peluang kerja secara langsung bagi masyarakat sekitar. Saat ini, perusahaan telah menyerap 43 tenaga kerja lokal dan menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja menjadi lebih dari 100 orang.
Bidang pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat lokal antara lain:
* Pengupasan kelapa
* Pemotongan kelapa
* Pencucian bahan baku
* Penjemuran
* Pengemasan (packaging)
Sebelum operasional produksi berjalan secara penuh, perusahaan akan menggelar pelatihan khusus bagi seluruh karyawan.
“Iya, akan diadakan pelatihan terlebih dahulu bagi karyawan, mulai dari cara memilih kelapa, proses penjemuran, hingga tahapan produksi lainnya,” ujar Heri, Direktur PT Gemilang Barru Indonesia.
Dukungan Pemerintah Desa dan Komitmen Perusahaan
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Libureng, Nirwana, menyampaikan bahwa masyarakat setempat merespons positif kehadiran PT Gemilang Barru Indonesia.
“Masyarakat merespons sangat positif. Mudah-mudahan dengan hadirnya usaha ini, warga dapat dilibatkan secara langsung sehingga perekonomian masyarakat sekitar dapat meningkat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Gemilang Barru Indonesia, Heriadi, menegaskan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Saya berkomitmen bahwa prioritas utama tenaga kerja adalah warga setempat, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan perusahaan,” ungkap Heriadi kepada wartawan.
Model Rumah Produksi Green House
Proses produksi dilakukan menggunakan rumah produksi berbasis green house yang dirancang sederhana, ramah lingkungan, dan efisien, dengan spesifikasi sebagai berikut:
* Atap plastik UV
* Rangka bambu
* Sistem penjemuran tiga susun
Model ini bertujuan untuk menjaga kualitas produk, mempercepat proses pengeringan, serta menekan biaya produksi.
Dengan rencana produksi yang akan dimulai pada pekan depan, PT Gemilang Barru Indonesia optimistis dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Barru melalui pengembangan industri kelapa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*)














