Rangkum Keluhan Warga untuk Visi Misi, Tokoh Masyarakat Kampung Baru Puji Nawaitu MZ Mengabdi untuk Ibadah

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Tokoh masyarakat Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Muh Ilyas Halede, mengaku sangat tersentuh dan takjub atas kerendahan hati serta nawaitu luar biasa pada sosok Bakal Calon Wali Kota Parepare, Ir H Muhammad Zaini (MZ).

Itu diungkapkan Muh Ilyas pada sesi dialog tanya jawab dalam acara silaturrahim dan sosialisasi MZ yang dihadiri sekira 2500 warga di Jalan Baronang, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, Senin (12/8/2024) sore.

Tanya jawab dilakukan untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga di setiap sosialisasi MZ. Nantinya, semua masukan dan keluhan warga akan dirangkum untuk dimasukkan dalam visi misi MZ membangun Parepare berkemajuan dan berkelanjutan yang berbasis masyarakat.

Ilyas menuturkan, setelah melihat dan mendengarkan langsung pemaparan MZ terkait alasannya ikut berkontestasi di Pilkada Parepare 2024, dia menilai apa yang disampaikan tulus mengalir sesuai kata hati. Sukses di perantauan (Jayapura) MZ di usia yang matang (58 tahun) mau pulang kembali untuk mengabdi, membangun Parepare, mewakafkan dirinya mengurus orang banyak dengan niat ibadah. Ilyas menilai, maju tanpa sponsor yang membiayai di Pilkada merupakan bentuk penegasan niat tulus MZ murni akan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Sebagai masyarakat yang keseharian mencari rezeki di pasar, Ilyas berharap MZ dapat memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dengan membenahi pengelolaan pasar-pasar yang ada di Parepare.

“Kita mau cari bagaimana masyarakat antusias untuk memilih beliau (MZ) karena ini momennya, kesempatan besar. Melihat pemaparan pak Haji Zaini, nawaitu luar biasa. Apa yang mendorong bapak menjadi politisi, Walikota? Sekarang ada lima titik pasar (Pasar Lakessi, Labukkang, Senggol, Sumpang Minangae dan Wekke’e), semua terbelenggu dalam arti tidak bisa berdaya, padahal kesejahteraan masyarakat pasar harus dibenahi, karena di sana masyarakat mencari penghidupan,” harap Ilyas.

“Sekiranya (MZ) direstui Allah SWT jadi Walikota, apakah pintu rumah jabatan terbuka untuk masyarakat? Apakah pintu rumah bapak juga terbuka untuk masyarakat di sini. Ini kerendahan hati bapak, satu-satunya calon yang tidak menjanjikan, ini luar biasa,” sambung Ilyas.

Sementara Sapri, mewakili sopir angkutan kota Parepare menyampaikan mengenai angkutan liar yang berplat ganda, berwarna warni dan kian meraja lela di Parepare.

“Apakah dapat dikembalikan seperti warna semula angkutan kota yang warna kuning? Kedua mengenai terminal, percuma terminal dibikin seperti modern dan tidak difungsikan. Ketiga, pelabuhan sekarang seakan-akan sudah menjadi terminal, jalan poros seperti Bau Massepe banyak parkir liar yang memakai bahu jalan. Kemudian kami minta fungsikan kembali perhubungan, izin trayek melalui perhubungan,” ungkap Sapri.

Warga lainnya, Anti mahasiswa Unhas Makassar semester akhir menyampaikan terkait lapangan pekerjaan yang sulit karena masih adanya campur tangan orang dalam (Ordal).

“Apabila kelak bapak (MZ) jadi Walikota, harap bapak tetap mendengar keluh kesah dari kami. Kami butuh pemimpin tidak tutup telinga. Kami harap bapak membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya tanpa menggunakan sistem campur tangan orang dalam, karena selama ini masyarakat terkendala kalau melamar pekerjaan, kalau tidak ada orang dalam sulit untuk diterima,” harap Anti.

Merespons hal itu, MZ menegaskan bahwa semua masukan dan keluhan yang disampaikan warga dicatat untuk dirangkum ke dalam visi misi MZ nantinya.

“Karena saya tidak ada kepentingan di mana-mana. Maka nanti kita luruskan semua, akan kita rumuskan nantinya yang terbaik buat kita semua. Apa yang kita harapkan nantinya akan kita diskusikan yang mana terbaik tanpa pengaruh-pengaruh dari pihak manapun. Saya ini pulang untuk mengabdi mau jadi pemimpin, bukan jadi penguasa,” tegas MZ.

Terkait lapangan kerja, kata MZ, kebijakan yang akan diambil nantinya akan membuka seluas-luasnya lapangan kerja dan menempatkan orang-orang sesuai dengan keahliannya.

“Jangan ada Ordal (orang dalam). Karena kembali lagi saya sampaikan, bahwa cita-cita saya mau memberikan hak ta’ semua. Saya mau mengabdi untuk ibadah buat saya. Saya berdoa kepada Allah SWT sisa hidup saya diberi kesempatan berbuat baik kepada orang banyak yang Insya Allah ibadahnya saya dapat. Itu yang membuat saya ingin ikut (Maju Pilkada), karena (Kota Parepare) ini juga saya anggap kampung saya. Rujab adalah rumah masyarakat terbuka 24 jam untuk semua masyarakat Parepare,” jelas MZ.

Sementara, HA Rahman Saleh mengaku mendapat pelajaran berharga dari MZ yang begitu memuliakan istrinya. Mantan Anggota DPRD Parepare 10 tahun ini menyebut, sebelum melangkah memasuki tenda sosialisasi, MZ menunggu istrinya kemudian berjalan bersama memasuki tenda.

“Jujur sudah 5 kali saya menemani bapak Wali Kota Parepare (MZ) Insya Allah, barusan saya melihat beliau berbicara begitu lepas. Dan saya mendapat pelajaran berharga tadi, beliau tidak mau masuk sebelum istri tercinta datang. Nabi mengatakan, sebaik-baik ummat ku adalah yang terbaik untuk istri dan anaknya. Saya yakin rahasia sukses beliau memuliakan istrinya,” ungkapnya.

“Saya ucapkan selamat PKB dan Gerindra, karena mengusung (MZ) orang yang bisa diandalkan. Saya melihat Pak Haji Zaini lega berbicara hari ini karena sudah ada kepastian. Berkat doa-doanya Allah SWT memberikan partai yang akan memenangkan dirinya. Saya melihat massa semakin banyak, itu karena hati nurani. Saya salut sama beliau, karena tidak semua passompe mau pulang. Tapi dia mau pulang kembali membangun kotanya,” sambungnya.

Rahman Saleh juga mengaku kagum lantaran MZ belum mengungkapkan visi misinya. Namun justru lebih dulu menyerap masukan dan keluhan masyarakat untuk dirangkum ke dalam visi misinya.

“Saya kagum belum mengungkapkan visi misi, karena visi misi itu gampang disusun. Saya sepuluh tahun di DPRD ternyata itu visi misi tidak ada gunanya, semua tergantung kemauan Walikota. Yang penting niat. Apa gunanya janji gratis, tapi sebatas janji-janji. Saya harap tinggal doa ta’,” pungkasnya. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *