PAREPARE, KLUPAS.COM – Sekira 2000-an warga Jalan Lasiming, menyatu mendukung Bakal Calon Wali Kota Parepare, Ir H Muhammad Zaini (MZ) pada kontestasi Pilkada 2024 mendatang.
Itu terlihat dari antusias warga yang hadir pada kegiatan silaturrahim dan sosialisasi MZ di Jalan Lasiming, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Parepare, Rabu (14/8/2024) pagi.
Termasuk dukungan tokoh masyarakat yang hadir langsung mendampingi MZ di acara sosialisasi, diantaranya HA Rahman Saleh, Ambo Madi, Jhon Pananangan, Drs Mustafa Rasyid M.Pd, Hj Rusni Azis, Drs Muis, dan tokoh masyarakat lainnya.
MZ mengungkapkan niatnya mengikuti perhelatan Pilkada Parepare 2024 untuk mengabdi dengan jalan ibadah, menjadi pemimpin bukan jadi penguasa. Mengurus masyarakat Parepare, bukan mau diurus apalagi mau menguras.
Pada sesi tanya jawab, Mursalim, warga Jalan Atletik menanyakan calon Wakil Wali Kota yang bakal mendampingi MZ nantinya.
“Insya Allah yang akan mendampingi saya nantinya itu yang terbaik untuk kita semua. Bocorannya harus se-iya, apa yang saya cita-citakan itupun yang dia cita-citakan, harus mengabdi. Pengabdian yang kita utamakan kepada masyarakat. Saya memohon kepada Allah, kasihlah saya seorang pendamping (Bacalon Wawali) yang orangnya betul-betul ingin mewakafkan dirinya, sama dengan niat saya,” ungkap MZ menimpali pertanyaan warga.
Warga lainnya, Murni, menyebut kata mantap buat H Muhammad Zaini, yang diartikannya sebagai Massenrempulu, Toraja, Palopo (Mantap). Murni menyampaikan, keluhan masyarakat terkait seragam sekolah dengan pelayanan, baik pelayanan kesehatan maupun pelayanan di kantor-kantor yang dinilai masih perlu perbaikan.
“Kalau itu hak ta’ (bantuan seragam sekolah)dan untuk kemaslahatan orang banyak, Insya Allah itu saya perjuangkan,” tegas MZ menjawab pertanyaan warga.
Sementara, Syamsiah Bantu, warga Jalan Lasiming yang juga Alumni SMPN 4 Parepare (Alumni tahun 1980), mendoakan MZ terpilih sebagai Wali Kota Parepare, dan menitip penyaluran bantuan diberikan kepada warga yang berhak.
“Kalau Allah SWT menghendaki bapak jadi Walikota, saya minta sederhana saja buat kami masyarakat. Bantuan BLT dan bantuan Dinsos, maupun bantuan lainnya harus betul-betul diberikan ke warga yang berhak menerima. RT/RW harus betul-betul memperhatikan masyarakatnya. Saya sendiri melihat mata kepala saya ada janda yang berhak menerima rastra, tapi tidak diberi bantuan. Itu-itu saja yang dapat bantuan dari tahun-tahun sebelumnya. Saya penjual kue kering, sepuluh tahun tidak pernah disentuh bantuan dari Dinsos, tapi yang tidak tau memasak itu yang dikasi bantuan. Tolong perhatikan itu pak haji, terutama RT/RW itu diubah, karena kita yang menjual di pinggir jalan kasihan tidak pernah disentuh. Saya ini orang Duri, orang Sudu. Ta peratikan’i Solata pak di kilometere’ mesa’ (Tolong perhatikan pak, sekampung kita di kilometer satu),” curhat Syamsiah.
Merespons keluhan warga, MZ menegaskan bahwa dirinya tidak mau mengumbar janji, melainkan merangkum masukan dan keluhan warga dan akan dituangkan secara tertulis dalam visi misinya.
“Insya Allah visi misi yang akan kita bikin nanti dilakukan secara tertulis. Itulah yang mempedomani saya nantinya mengurus bapak ibu,” tegasnya.
“Program kerja yang nanti akan kami jalankan betul betul bermanfaat bagi masyarakat. Betul betul kebutuhan masyarakat akan saya berikan skala prioritas. Itu semua tergantung niat pemimpin, dan saya tidak ada kepentingan di situ. Kalau yang diusulkan ada kepentingannya (pemimpin), manrasa siki’ tuh,” sambung MZ. (*)














