InCare Soroti Proyek Jalan Rp4,9 Miliar di Parepare, Baru Dikerjakan Sudah Ditumbuhi Rumput

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – LSM Indonesian Care (InCare) menyoroti pekerjaan proyek pekerjaan rekonstruksi jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2024.

Pasalnya, Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Samping Dolog dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2024 dianggarkan sesuai kontrak sebesar Rp4,9 miliar lebih, yang dikerjakan oleh CV. FEM Konstruksi, dengan Konsultan Pengawas CV. Piramida Teknik 09 ini, baru saja dikerjakan tahun ini namun sudah ditumbuhi rumput.

Ketua LSM InCare, Andi Ilham Abidin mengaku sangat menyayangkan kondisi dan mutu pekerjaan proyek dengan nilai miliran rupiah itu.

“Bukan tanpa alasan bahwa pelaksana proyek ini bekerja seperti layaknya pekerja konstruksi pemula, sebab median jalan yang dikerjakan menggunakan material Ready Mix (beton) yang diperkirakan menggunakan Mutu beton K250-K300 telah ditumbuhi rumput,” kata Andi Ilham, Senin (9/9/2024).

Andi Ilham menilai, proyek rekonstruksi jalan itu terkesan dikerjakan asal-asalan dan terindikasi kuat tidak sesuai spesifikasi tekhnis.

“Sepertinya area proyek yang dimaksud tidak dibersihkan sebagaimana mestinya, sehingga akar rumput dan sejenisnya masih bisa cepat tumbuh,” ujarnya.

Andi Ilham juga menyoroti fungsi pengawasan dinas terkait dan konsultan pengawas pada proyek itu, termasuk di dalamnya bagaimana pengujian mutu bahan baku.

“Dimana fungsi pengawasan? Bagaimana pengujian mutu baku bahan? Belum lagi beberapa bahagian drainase yang menggunakan Beton Pra cetak atau Udicht ada yang pecah namun tetap digunakan. Bagaimana bisa ini terjadi? Apalagi kegiatan ini dilaksanakan oleh instansi tekhnis Dinas PUPR Parepare,” ucapnya miris.

“Sangat disayangkan sebab seharusnya pekerjaan ini Paripurna apalagi oknum pelaksana merupakan pemain tunggal dan tidak punya saingan khususnya di Parepare dalam pelaksanaan kegiatan Aspal dan pengecoran,” sambung Andi Ilham.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare, Widin Wijaya yang dihubungi media mengaku, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak rekanan untuk segera diperbaiki.

“Untuk kualitas Aspal, kami sudah sampaikan kepada pihak rekanan untuk melalukan uji laboratorium, nanti dari itu baru kita lihat hasilnya,” katanya.

Dia menambahkan, sementara untuk beton yang sudah ditumbuhi rumput, itu memang ada celah atau spasi antara beton dan aspal.

“Jadi memang ada celah atau spasi antara aspal dan beton jadi ditumbuhi rumput. Tapi kami sudah sampaikan kepada pihak rekanan untuk diperbaiki, apalagi kan ini masih ada masa retensi,” katanya.(*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *