Jumat Curhat Perdana, Kapolres Parepare Indra Waspada Yuda Buka Diri Terima Saran dan Kritikan

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Gaspol, Pejabat baru Kapolres Parepare AKBP. Indra Waspada Yuda tidak berlama-lama melakukan penyesuaian dalam penugasannya di Parepare.

Kapolres Indra Waspada Yuda turun langsung melakukan interaksi dan menyerap berbagai informasi dan masukan dari masyarakat melalui kegiatan kepolisian Jumat Curhat yang dilaksanakan di kantor Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang.

Masyarakat bersama mahasiswa KKN Unhas, Institut Teknologi BJ Habibie (ITH), dan IAIN, menyambut kedatangan orang nomor satu di Polres Parepare ini.

Bahkan, Camat Soreang Awaluddin, bersama Danramil Soreang Lettu Inf. H. Syamsul Rijal Akib, Kapolsek Soreang Iptu Amir Usman, dan Lurah Bukit Harapan, Andi Masdianah, dengan antusias yang tinggi mendampingi Jumat Curhat Perdana dari Kapolres Parepare.

Di hadapan ratusan peserta Jumat Curhat yang terdiri dari para Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat setempat dan mahasiswa KKN, Kapolres Indra Waspada Yuda menyatakan komitmennya untuk membuka diri menerima saran, masukan maupun kritikan dari masyarakat.

“Selaku Kapolres, saya siap menerima saran, masukan ataupun kritikan dari bapak ibu sekalian, ini demi untuk peningkatan pelayanan kami kepada masyarakat, dan juga jangan segan laporkan kepada kami jika ada kejadian di sekitar anda, kerahasiaan pelapor kami jamin,” ujar Kapolres kepada hadirin.

Dari sesi tanya jawab, Indra Waspada Yuda menyerap sejumlah pertanyaan dari warga, salah satunya dari Ketua RW, Alimin, yang bertanya bagaimana cara bersikap terhadap korban kecelakaan lalu lintas.

Dari pertanyaan ini, Indra Waspada Yuda memberikan penjelasan tentang tindakan yang perlu dilakukan sebagai warga yang melihat adanya korban laka lantas.

“Korban Laka Lantas itu ada dua, yaitu korban meninggal dunia dan korban luka berat/luka ringan, untuk kejadian korban meninggal dunia dibutuhkan olah TKP dari polisi, dan untuk korban laka luka berat atau luka ringan dibutuhkan penanganan dari tenaga medis, tentunya segera hubungi kepolisian (call center 110) untuk proses penanganan, dan juga secepatnya menghubungi call center kesehatan 112 untuk mendapatkan bantuan penanganan korban laka dari tenaga medis,” jelas Indra.

Berbagai pertanyaan dari warga dijawab langsung oleh Indra dengan penjelasan yang mudah dimengerti, dari praktek penipuan online (showbiz), kejadian penindakan kepolisian yang ternyata melakukan salah tangkap, hingga permintaan peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung upaya penyuluhan anak sekolah.

Terakhir, Kapolres Parepare mengimbau warga setempat untuk jangan segan melapor jika membutuhkan kehadiran polisi.

“Gunakan layanan kami call center 110 jika terjadi gangguan di sekitar lingkungan bapak ibu sekalian, saya pastikan akan merespon cepat setiap aduan dari masyarakat,” tegas Indra.

Sikap membuka diri dari Kapolres Parepare ini sejalan dengan harapan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang meminta kepada setiap pimpinan kewilayahan untuk tidak anti kritik.

Ini juga sejalan dengan program Kapolda Sulsel Rusdi Hartono yaitu Polda Sulsel Buka Diri, dengan tujuan yang sama yaitu menjadikan Polri semakin profesional, Polri yang sesuai dengan harapan masyarakat, dan yang bermuara pada tekad mewujudkan Polri Untuk Masyarakat. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *