Pedagang Asongan “Bebas” Berjualan di Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare setiap harinya dipadati penumpang kapal laut, sekaligus diramaikan dengan keberadaan para pedagang asongan.

Ironinya, pedagang asongan justru terlihat “bebas” menjajakan dagangannya di dermaga bahkan tepat di samping kapal yang tengah sandar di dermaga. Padahal diketahui bahwa dermaga pelabuhan merupakan area ring 1 pelabuhan yang merupakan fasilitas terbatas yang hanya dapat diakses oleh penumpang, petugas, dan kru kapal.

Alasan pelarangannya jelas, untuk keamanan, kenyamanan dan ketertiban pelabuhan terutama di area dermaga.

Adapun alternatif untuk pedagang asongan maupun pedagang kaki lima yang telah bermitra dengan Pelindo itu diberi akses berjualan di area yang telah ditentukan sesuai waktu operasional.

Area dermaga merupakan fasilitas terbatas yang berbahaya jika dimasuki oleh pedagang asongan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Pantauan media di Pelabuhan Nusantara Parepare pada Rabu (27/8/2025), terlihat papan bicara yang melekat di Pagar pembatas Dermaga Pelabuhan yang melarang pedagang asongan di dalam area Dermaga.

Namun larangan itu terkesan diabaikan lantaran terlihat pedagang asongan nampak berjualan di atas dermaga, menjajakan beragam kebutuhan perjalanan penumpang, mulai dari makanan, minuman, hingga barang kebutuhan lainnya.

Fenomena ini menjadi sorotan karena di satu sisi membantu penumpang, namun di sisi lain menimbulkan tantangan bagi pengelolaan pelabuhan.

Pedagang asongan umumnya beraktivitas dengan berkeliling di area dermaga sambil menawarkan dagangannya, bahkan ada yang mangkal di bawah tangga kapal yang tidak terpakai.

Namun, aktivitas ini juga memunculkan kritikan dari penumpang, karena dinilai situasi di dermaga jadi terlihat semrawut karena para penjual sering bergerak bebas di antara kerumunan penumpang.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan bahkan keamanan, mengingat dermaga merupakan area yang padat dan memiliki aturan khusus.

Hingga kini, pengaturan aktivitas pedagang asongan di dermaga pelabuhan masih menjadi pekerjaan rumah. Antara kepentingan ekonomi masyarakat sekitar dan kebutuhan menjaga ketertiban serta kenyamanan pelabuhan, dibutuhkan solusi yang bisa mengakomodasi kedua pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Parepare sebagai pengelola fasilitas Pelabuhan Nusantara Parepare. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *