PAREPARE, KLUPAS.COM – Ketua DPRD Kota Parepare, Kaharuddin Kadir, menggelar reses atau temu konstituen untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Reses digelar di Kedai OK, Jalan Abu Bakar Lambogo, Kota Parepare, Minggu (25/5/2025). Dalam kegiatan itu, Kaharuddin mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk media, komunitas, penggiat Warkop, dan LSM untuk berdialog mengenai isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat.
Reses kali ini terasa berbeda dibandingkan dengan reses sebelumnya. Kaharuddin Kadir menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam diskusi, karena menurutnya, input yang diberikan oleh media dan komunitas cenderung lebih spesifik dan orisinal.
“Karena saya menganggap bahwa ruang ini, teman-teman ini, biasa masukannya agak lain, agak spesifik, sehingga kita juga butuh dengan informasi-informasi yang original terbukti. Tadi pertanyaan dan masukan yang disampaikan memang jarang-jarang kita dengar di tempat lain,” jelas Kaharuddin.
Menurutnya, penting untuk memilih audiens yang tepat agar hasil reses dapat lebih komprehensif. Kaharuddin juga menyampaikan bahwa hampir semua reses yang dilaksanakan oleh rekan-rekannya di DPRD Parepare mendapatkan masukan yang serupa, yakni masalah kebersihan Kota Parepare.
“Kami banyak mendapatkan masukan terkait kebersihan kota, dan itu adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap kotanya. Parepare memang dikenal dengan kota yang bersih dan pernah meraih penghargaan Adipura 7 kali berturut-turut,” lanjut politisi senior dari Partai Golkar ini.
Kaharuddin menyatakan bahwa masukan dari masyarakat mengenai kebersihan kota ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Terutama dalam penempatan tenaga yang berkualitas di bidang kebersihan.
“Kita berharap pemerintah daerah bisa menempatkan orang-orang yang betul-betul kompeten di lapangan. DLH (Dinas Lingkungan Hidup) harus kuat di lapangan, karena kunci utama adalah perencanaan dan pelaksanaan yang baik,” tegasnya.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan oleh masyarakat dalam reses kali ini adalah terkait pengelolaan sampah yang kurang optimal. Masyarakat mengeluhkan bahwa sampah sering kali tidak terangkut sesuai jadwal dan adanya ketidakteraturan dalam penempatan tenaga kebersihan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Kaharuddin, yang berharap pelayanan kebersihan di Kota Parepare bisa ditingkatkan lebih baik lagi.
“Ini yang terjadi sekarang. Masyarakat mengeluh karena sampah tidak terangkut, jadwal kebersihan yang tidak teratur, dan berbagai masalah lainnya. Maka dari itu, pelayanan kebersihan harus segera ditingkatkan,” tutup Kaharuddin. (*)














