Pendampingan UMKM Pertamina Bantu Warga Pinggiran Parepare Pasarkan Produk hingga ke Daerah

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi melalui Fuel Terminal (FT) Parepare melakukan pendampingan terhadap UMKM warga di wilayah pinggiran Parepare.

Kunjungan pendampingan pada Minggu (26/10/2025), yaitu usaha pengolahan ikan bandeng presto dan bandeng tanpa tulang, di Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki.

Development Officer Fuel Terminal Pertamina TBBM Parepare, Faizah Layla Rohmah, dalam kunjungan pendampingan UMKM menjelaskan, untuk produksi pengolahan ikan terdapat beberapa produk di antaranya ikan bandeng, ikan presto, dan abon.

Adapun sisa perut ikan dijadikan pakan ikan lele, dan tulangnya dimanfaatkan dengan cara dikeringkan untuk menjadi tepung yang ditambahkan ke PMT.

Usaha tersebut menggunakan zero wast dari awal energinya saja dan penggunaan LPG mereka ganti menjadi reaktor biogas.

“Tapi beberapa program seperti tulang itu kita masih uji coba karena perlu dilaksanakan beberapa tahapan supaya layak untuk dikonsumsi,” ujar Faizah.

“Hari ini kita sedang melaksanakan pengolahan abon, kemudian bandeng presto. Selanjutnya dijual ke masyarakat umum,” tambahnya.

Faizah menyebut, program ini juga bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dalam pemasaran produk. Mendisplay produk sehingga masyarakat umum bisa lebih mudah untuk membeli.

“Kita juga share promosinya di WhatsApp. Kalau misal ibu-ibu mau pesan bisa langsung ke kelompok binaan, pendampingannya dari pertamina tentu saja berkelompok kita berikan pelatihan untuk mereka,” kata Faizah.

Ketua Kelompok UMKM Syahban Tri Haryanti mengaku merasakan manfaat yang begitu signifikan dari keberadaan Pertamina untuk pendampingan usahanya. Mulai dari pondasi-pondasi usaha seperti rumah produksi, alat-alat, proses hingga packing, dan beberapa sertifikasi yang didapatkan.

“Kalau kita berdiri sendiri, mungkin membutuhkan beberapa waktu untuk bisa berada di situasi seperti sekarang ini. Jadi sangat terasa perbedaannya, ketika sebelumnya tidak ada bantuan secara keilmuan, secara fasilitas, material. Itu pun ada bantuan produk, kita biasa kirim ke Tator, Sinjai, Pinrang, Parepare juga khususnya yang paling banyak. Kami ke rumah makan, dan juga sering hadir di kegiatan-kegiatan dinas seperti peserta tani dan lain-lain,” papar Tri. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *