Burem Binaan AFU Community Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Lumpue

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Komunitas Ibu-Ibu Rempong (Burem) kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jumat (24/4/2026).

Komunitas yang berada di bawah naungan AFU Community itu hadir langsung di lokasi musibah membawa bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta perlengkapan harian bagi warga terdampak. Kehadiran mereka menjadi penguat di tengah duka yang masih menyelimuti korban.

Burem yang dibina Ketua PKB Parepare sekaligus Anggota DPRD Kota Parepare, Andi Muh Fudail (AFU), kembali membuktikan bahwa solidaritas sosial tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan lewat aksi konkret.

Ketua Burem, Hamliani, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar dapat meringankan beban korban yang tengah menghadapi masa sulit.

“Diharapkan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat bagi penerima,” ujarnya.

Andi Fudail pun mengapresiasi konsistensi para anggota Burem yang selalu hadir ketika musibah menimpa warga. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan komunitas ini menjadi contoh kepedulian yang patut dijaga.

“Setiap ada musibah, mereka (Burem) selalu meluangkan waktu untuk membantu sesama,” katanya.

Aksi sosial ini merupakan respons atas kebakaran yang terjadi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Matalie, Kelurahan Lumpue. Dua rumah warga dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Peristiwa itu diduga dipicu oleh tindakan seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang membakar rumah tersebut. Insiden itu sempat memicu kepanikan warga sekitar dan meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban.

Di tengah kondisi itu, kehadiran Burem menjadi suntikan semangat bagi para korban untuk bangkit kembali.
Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, langkah Burem dinilai menjadi simbol bahwa budaya gotong royong masih hidup dan relevan di tengah masyarakat Parepare.

Bahkan, aksi ini juga memunculkan harapan agar penanganan bencana oleh pemerintah daerah bisa lebih sigap dan menyentuh kebutuhan riil warga terdampak.

Kehadiran komunitas seperti Burem seolah menjadi alarm moral bahwa musibah tidak cukup ditanggapi dengan seremonial, tetapi membutuhkan aksi nyata yang hadir langsung di tengah penderitaan korban. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *