PAREPARE, KLUPAS.COM – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Parepare masa bakti 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di Balai Ainun Habibie, Kota Parepare, Kamis (17/9/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan H. Andi Iwan Darmawan Aras, SE MSi (AIA), sekaligus melantik pengurus HNSI Parepare.
AIA melantik Prof Dr H Surianto M, S.Ag MM, sebagai Ketua DPC HNSI Parepare masa bakti 2026-2031.
Dalam sambutannya, AIA meminta kepengurusan baru HNSI Parepare tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi tersebut diharapkan hadir secara nyata dalam memperjuangkan kebutuhan nelayan dan masyarakat pesisir.
AIA yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra ini menyebut populasi nelayan di Sulawesi Selatan mencapai lebih dari 500 ribu orang. Menurutnya, besarnya jumlah tersebut menunjukkan pentingnya peran organisasi nelayan dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Jangan hanya hadir secara seremonial, tapi betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir,” ujar AIA yang juga Ketua DPD Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan.
AIA juga menyinggung pentingnya akses nelayan terhadap bantuan, permodalan, perizinan, hingga sarana pendukung kegiatan perikanan.
AIA turut merespons persoalan aset perikanan yang disampaikan Ketua DPC HNSI Parepare.
Dalam kesempatan tersebut, muncul sorotan terhadap sejumlah bangunan dan fasilitas perikanan di kawasan pesisir yang disebut belum optimal dimanfaatkan.
Menurut AIA, aset yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi dapat dikoordinasikan agar pemanfaatannya memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.
“DPRD Sulsel siap membantu HNSI di Kota Parepare,” kata AIA.
Sementara itu, Ketua DPC HNSI Parepare Prof. Dr. H. Surianto menegaskan kepengurusan yang baru dilantik membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak untuk menjalankan program organisasi.
Prof Surianto yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Parepare ini mengakui masih perlu memetakan secara lebih rinci program dan persoalan yang akan menjadi prioritas HNSI Parepare.
Karena itu, pengurus diminta membangun kerja sama dengan kelompok nelayan, pemerintah, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.
Prof Surianto juga menyoroti potensi Kota Parepare sebagai daerah pesisir yang memiliki laut dan pelabuhan. Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan untuk mendorong kesejahteraan nelayan.
Sementara itu, Sekda Parepare Amarun Agung Hamka menyampaikan pesan Wali Kota Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Hermanto yang tidak dapat hadir karena agenda pemerintahan di luar daerah.
Menurut Hamka, perhatian pemerintah kota terhadap nelayan dan masyarakat pesisir tidak boleh berhenti.
“Nelayan tidak boleh hanya kita ingat ketika hasil tangkapan yang kita butuhkan. Nelayan harus kita hadirkan ketika kebijakan dibuat,” kata Hamka.
Hamka menegaskan nelayan bukan sekadar objek pembangunan, melainkan pelaku utama pembangunan ekonomi pesisir.
Karena itu, HNSI diharapkan menjadi ruang perjuangan bagi nelayan ketika menghadapi persoalan akses permodalan, pemasaran hasil tangkapan, keselamatan melaut, hingga kebutuhan sarana pendukung.
Hamka juga mendorong pengurus HNSI segera turun memetakan persoalan nelayan di lapangan. Dari pemetaan tersebut, persoalan dapat diklasifikasikan untuk menentukan mana yang bisa diselesaikan organisasi, membutuhkan dukungan pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun diperjuangkan ke pemerintah pusat.
“Pemerintah Kota Parepare tidak bisa bekerja sendiri. HNSI juga tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya.
Pelantikan ini turut dihadiri Ketua Harian DPD HNSI Sulsel Harmansyah, Sekretaris DPD HNSI Sulsel Indra Wijaya, Ketua OKK DPD HNSI Sulsel Sultan Tajang, beserta jajaran pengurus HNSI Sulsel dan HNSI Parepare, Sekda Parepare Amarun Agung Hamka, Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir, Wakil Ketua DPRD Muhammad Yusuf Lapanna, serta para nelayan tangkap dan budidaya.
Hadir pula Ketua Kadin Parepare H. Idam Nusu, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Wildana, Ketua KONI Parepare Fadly Agus Mante, sejumlah pengusaha, tokoh masyarakat, pelaku usaha perikanan, kelompok nelayan, serta keluarga besar HNSI Parepare. (*)















