FPU dan FPI Bakal Laporkan Bulog Soal Dugaan Sabung Ayam di Kota Santri

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Dua organisasi keagamaan di Kota Parepare, Forum Peduli Umat (FPU) dan Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar rapat pemantapan terkait rencana pelaporan pihak Bulog Kota Parepare menyikapi Kontes Ayam Nusantara yang digelar PPAKN di Gedung Olahraga (GOR) Bulog KM 7, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Ahad 23 Januari 2022 lalu.

Rapat koordinasi sejumlah pengurus FPU dan FPI Kota Parepare ini digelar di Posko FPU, Jalan Delima, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Sabtu 29 Januari 2022.

Kegiatan ini dihadiri para tokoh FPU dan FPI Kota Parepare, diantaranya HA Rahman Saleh, Makmur M Raona, Dr Salim Sultan, Gusti Firmansyah, Ustadz Muh Nur, Ustadz Muh Fahri, Mulyadi, Andi Asrida, dan beberapa simpatisan FPU Kota Parepare.

Sekertaris FPU Kota Parepare HA Rahman Saleh mengatakan, komunikasi yang digelar bersama sejumlah pengurus Organisasi keumatan di Kota Parepare ini membahas sejauh mana sisi baik dan sisi buruk dari kegiatan Kontes Ayam yang diduga diselipi adu atau sabung ayam yang digelar di GOR Bulog, Kompleks pergudangan Bulog KM 7 Lapadde, pekan lalu.

“Jadi tujuan komunikasi bersama pengurus FPU dan FPI ini, adalah menyamakan persepsi tentang kegiatan kontes ayam yang diduga ada unsur judi di dalamnya. Kita sudah simpulkan dan mengumpulkan beberapa bukti-bukti dan bahan yang menjadi bukti pelaporan nantinya, dan itu kami lakukan dalam waktu dekat,” terang mantan anggota DPRD Kota Parepare ini.

Di tempat yang sama, Ketua FPI Kota Parepare Ustadz Muh Fahry menegaskan apapun kontes pelaksananya jika sifatnya mengadu binatang (Kerbau, Ayam, Ikan dan Jangkrik) apabila ada dana taruhannya, itu sifatnya judi, dan menurut agama itu haram.

Sementara Kuasa Hukum FPU Kota Parepare Makmur M Raona mengatakan, pihaknya siap melaporkan kasus dugaan praktek judi yang digelar di GOR Bulog Kota Parepare.

“Selain itu, kami juga akan mempertanyakan kelalaian pihak Bulog, dengan memberi fasilitas di aset BUMN tanpa memperhatikan estetika Kota Parepare yang menyandang Kota Santri,” jelas Makmur.

Karena bersifat keumatan, rapat koordinasi tokoh-tokoh FPU dan FPI Kota Parepare ini mendapat perhatian dari kalangan Intelijen sejumlah satuan di Kota Parepare, diantaranya dari pihak TNI-Polri, dan satuan lainnya. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *