Suara Hati Balita Penderita Ekstrofi Kandung Kemih di Parepare Sudah 3 Kali Jalani Operasi, Bisa Jeka Sembuh Mama?

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS.COM – Gabungan sejumlah jurnalis dan LSM di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menggelar aksi sosial untuk membantu meringankan biaya pengobatan Asima, balita berusia 4 (empat) tahun yang mengidap kelainan pada kandung kemih sejak lahir.

Dalam ilmu medis disebut ekstrofi kandung kemih, kelainan yang tampak pada saat bayi lahir, di mana kandung kemih dan organ sekitarnya yang berhubungan berada di luar dinding perut.

Tergugah dengan kondisi dan perjuangan Asima menghadapi penyakitnya, dikoordinir Suddin Syamsuddin bersama Andi Ilham, gabungan sejumlah jurnalis dan LSM tergerak untuk membantu meringankan biaya pengobatan Asima dengan menggalang Donasi Peduli Asima. Mereka menamakan diri Masyarakat Peduli Asima (MPA).

Open donasi dimulai dari pengunjung Warkop 588, kemudian bergeser ke Kantor DPRD Kota Parepare sekaligus menceritakan kondisi Asima kepada wakil rakyat di dewan, Senin 31 Januari 2022. Sejumlah legislator yang ditemui pun langsung tergugah memberikan bantuan berupa uang dan mengaku kaget lantaran baru mengetahui hal itu.

Bagi para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan untuk biaya pengobatan Asima, Donasi Peduli Asima bisa disalurkan di Warkop 588 atau menghubungi nomor 0813-5559-5909 an. Suddin Syamsuddin (Koordinator Open Donasi Peduli Asima).

Hasil dari donasi yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada orang tua Asima, di kediamannya.

Salah satu inisiator MPA, Andi Ilham mengatakan, kegiatan donasi untuk Asima diharapkan bisa membantu biaya pengobatan dan keperluan sehari-hari Asima beserta keluarganya.

“Semoga donasi ini bisa membantu beban hidupnya,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata dia, juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakatnya.

“Jadi, kita bersinergi dengan pemerintah, bagaimana masyarakat itu mempunyai rasa kepedulian dengan sesama, khususnya yang kurang mampu,” harapnya.

Sebagai informasi, Asima adalah anak dari pasangan Abdul Syakur dan Usda, warga Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Masa kecil Asima tidak seperti anak-anak seusianya pada umumnya yang dihabiskan untuk bermain bersama teman-temannya. Kondisi kandung kemih dan organ sekitarnya menyembul lewat kelaminnya. Hal itu membuat Asima kerap merasakan sakit akibat darah keluar dari saluran kencing saat ia buang air kecil.

Ibu Asima, Usda mengatakan, anaknya sejak lahir mengidap penyakit ekstrofi kandung kemih dan sudah tiga kali dioperasi. Sejak lahir, sudah dilakukan operasi kepada Asima. Operasi keduanya dilakukan saat usianya baru satu tahun, dan dilanjutkan operasi ketiga setelahnya.

“Waktu usianya (Asima) satu tahun dipasangkan besi di pinggulnya. Rencana operasi keempat tinggal tunggu kabar dari dokter bedahnya di Makassar,” ujar Usda.

Usda juga merasa sedih dan kasihan melihat anaknya tidak seperti anak seusianya. Asima, kata dia, selama ini kebanyakan menghabiskan waktu dan bermain di rumah.

“Pernah dia (Asima) bilang, mama, kenapa saya tidak boleh bermain di luar. Tidak ada temanku, mama. Kenapa tidak sembuh ka mama. Selaluka minum obat. Bisa Jeka sembuh mama? Saya bilang sama Asima, sabar nak, sembuh ji nanti,” ucapnya lirih.

“Asima tidak dibolehkan bermain di luar untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan (terjatuh),” sambung Usda.

Kondisi ekonomi orang tua Asima juga terbilang pas-pasan. Ayah Asima berprofesi sebagai tukang ojek dan ibunya berjualan minuman dan gorengan.

Meskipun pengobatan dan operasi Asima ditangani BPJS Kesehatan oleh pemerintah setempat, namun ada juga obat yang harganya mahal dan tidak ditanggung BPJS.

“Selama masa pengobatan, kendalanya biaya. Apalagi di Makassar. Ada obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan, dan harganya ada yang sampai Rp300 ribu. Semua harus dijalani,” tandas Usda. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *