PAREPARE, KLUPAS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) termasuk Kota Parepare adalah resor pangan nasional.
“Sulawesi Selatan termasuk Kota Parepare adalah resor pangan nasional. Oleh karena itu menjadikan kekuatan pangan di semua daerah termasuk Parepare adalah menjadi pilihan-pilihan,” kata Mentan SYL, di Kafe Reza, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Parepare, di sela kunjungan kerjanya di sejumlah daerah di Sulsel, Sabtu 5 Februari 2022.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini bahkan menyebut, Parepare adalah ‘jantung’ Sulawesi Selatan. Selain memiliki pelabuhan, letak geografis Parepare juga sangat strategis yang menghubungkan beberapa daerah di Sulsel bahkan antar Provinsi.
“Saya kira, biar bagaimana Parepare ini adalah jantung Sulawesi Selatan. Saya pernah Gubernur di sini, Wagub di sini, dan jantung ini harus bisa berakselerasi mendorong minimal off farm bagi pertanian. Pelabuhan ada dan lain-lain. Dan pangan Indonesia atau komunitas pertanian Indonesia diuntungkan oleh itu,” ujar Mentan SYL.
“Dan itulah, saya dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan beberapa teman-teman yang ada terus mendorong, membantu pemerintah yang ada di daerah,” sambung SYL.
Indonesia sebagai negara keempat terbesar di dunia, lanjut dia, maka 273 juta orang akan makan dengan hasil pangan atau pertanian dalam negeri.
“Pertanian itu lapangan kerja yang ada di depan mata rakyat. Ada pertanian yang 20 hari sudah dipanen, ada yang satu bulan, ada dua bulan, ada lima bulan, ada tujuh bulan dan seterusnya. Dan itu menjadi kesempatan-kesempatan bagi daerah mendorong rakyat untuk memenuhi pangannya. Karena pangan juga adalah bagian untuk melahirkan nutrisi-nutrisi bagi hadirnya kesehatan menghadapi COVID-19,” urainya.
Soal konsep jangka panjang integrated farming, Mentan SYL menjelaskan, pertanian secara umum itu kualitasnya harus dinaikkan, produktivitasnya harus dinaikkan, konsep siaga marginnya tidak hanya dibudidaya tetapi di pastanya harus diperbaiki. Packaging (kemasan) dan kualitasnya harus bisa bersaing dengan kualitas-kualitas ekspor pada semua aspek pertanian yang ada, dan itu menjadi margin-margin yang terbuka bagi hadirnya skala ekonomi bagi rakyat.
Sebagai informasi, Mentan SYL melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulsel, dalam rangka persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertanian di Kabupaten Tana Toraja yang rencananya bakal dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.
Pada kunjungan kerja tersebut, Mentan SYL didampingi Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono, Dirjen Peternakan dan Keswan, dan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif.
Dalam kunjungan kerjanya di Sulsel, Mentan SYL juga meninjau hamparan lahan integrated farming seluas 400 hektar, peternakan ayam dan petelur serta pabrik pakan di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Di Kota Parepare, Mentan SYL beserta rombongan makan malam di Kafe Reza bersama Anggota DPRD Parepare Suyuti (SYT) yang juga Ketua Garda Pemuda Nasdem Parepare, Jubir Fraksi Nasdem DPRD Parepare Asmawaty, Ketua DPD Nasdem Parepare Faisal Andi Sapada, Sekretaris DPD Nasdem Parepare Hery Ahmadi, sejumlah anggota Garda dan pengurus Nasdem Parepare. (*)














