PAREPARE, KLUPAS.COM – Armada truk pengangkut batu bara dari Pelabuhan Cappa Ujung Kota Parepare, Sulawesi Selatan, melintasi jalan umum di area padat penduduk, bahkan lewat di jalur belakang Pasar Lakessi.
Dari dermaga Pelabuhan Cappa Ujung, truk pengangkut batu bara keluar melintas di kawasan perekonomian masyarakat di belakang Pasar Lakessi, kemudian masuk ke Jalan HM. Arsyad Soreang (Poros Parepare-Pinrang) dimana ada dampak lingkungan dan sosial yang berpotensi ditimbulkan. Belum lagi jika terjadi tumpahan batu bara di laut saat pengisian dari kapal tongkang ke truk, di sela kapal tongkang dan dermaga.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Parepare, Iskandar Nusu, yang dikonfirmasi terkait jalur lalu lintas armada pengangkut batu bara mengaku pihaknya tidak pernah menerima permintaan izin dari agen untuk penggunaan jalan umum di Kota Parepare sebagai jalur pengangkutan batu bara.
“Tidak pernah (mengajukan izin) penggunaan jalan umum untuk jalur angkutan batu bara. Dan izin penggunaan jalan umum untuk itu sifatnya tidak wajib. Tapi, kami dari Dishub tetap melakukan pengawasan dengan berkoordinasi Satlantas Polres Parepare. Kalau ditemukan pelanggaran, kelebihan tonase akan ditindak, ditilang oleh lantas,” kata Iskandar.
Aktivitas bongkar muat batu bara sebanyak ribuan Ton dari kapal Tug Boat (TB) yang dipindahkan ke truk pengangkut yang silih berganti masuk ke dermaga dikeluhkan oleh warga, lantaran serpihan batu bara tumpah ke laut.
“Saya lihat jika mereka membongkar batu bara, tidak memperhatikan cara bekerjanya. Para pekerja tidak memperhatikan serpihan batu bara sehingga tumpah ke laut,” jelas Sakkaria, warga Parepare, Sabtu, 19 Maret 2022.
Sejumlah warga melihat bongkar muat batu bara itu. Serpihan dari sela antara dermaga dengan kapal tongkang pemuat batu bara, tercecer ke laut saat bucket excavator mengangkat dan memindahkan batu bara ke truk pengangkut di tepi dermaga.
“Saya juga sering melihat batu bara jatuh ke laut saat bongkar muat batu bara di pelabuhan Cappa Ujung,” ungkap Sakkaria.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Parepare, Triono, melalui Kasi Lalu Lintas KSOP, Asrul mengatakan, untuk tahun 2022 sudah dua kali dilakukan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cappa Ujung, dan pihaknya sangat ketat sekali dalam pengawasan dalam pelabuhan.
“Untuk tahun ini (2022) kalau tidak salah sudah dua kali (bongkar muat batu bara). Terkait pengawasannya kami sangat ketat sekali dalam pelabuhan. Anggota di lapangan 24 jam secara bergilir mengawasi,” kata Asrul.
Data yang diterima Klupas.com dari Kasi Lalu Lintas KSOP, sebanyak 5.250 Ton batu bara dari Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dibongkar di Pelabuhan Cappa Ujung Kota Parepare. Batu bara itu diangkut dari Samarinda menggunakan Kapal Tug Boat (TB) Farras 227, Kapal Tongkang (TKG) Asia Perdana 2703. Adapun Agen Pelayarannya yakni Bandar Bahari Permai.
Terkait spesifikasi Pelabuhan Cappa Ujung, kata Asrul, itu sudah sesuai ketimbang di Pelabuhan Marabombang Suppa, Kabupaten Pinrang yang lebih dekat. (*)














