Kubah Masjid Terapung BJ Habibie Parepare Diimpor dari China, Marmer Dipesan dari Spanyol dan Iran

banner 120x600

PAREPARE, KLUPAS-COM – Pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie di pesisir Pantai Mattirotasi, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, menggunakan beberapa material impor atau dari luar negeri.

Masjid ikonik yang rencananya dapat menampung 1.000 jamaah ini dianggarkan sebesar Rp28,9 miliar melalui Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2021, dikerjakan oleh PT. Lumpue Indah.

Di tahun yang sama ada penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) melalui APBD Perubahan Parepare Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp14 miliar, yang dikerjakan oleh CV Cipta Indah.

Konsultan Pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie, Mansyur Mantire menjelaskan, untuk tahap pertama kontrak Rp28 miliar, mulai pemancangan 293 tiang pancang dengan rata-rata kedalaman sekitar 18 meter, menggunakan casing pipa baja diameter 50.

“Total untuk pancang 293. Sekitar 70 persen anggaran diserap pancang dari Rp28 miliar,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Ir Samsuddin Taha, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie, Suhandi menyampaikan, ada beberapa material dari luar negeri yang digunakan untuk pembangunan Masjid tersebut.

“Memang ada beberapa material yang diimpor, misalnya marmer yang dipesan dari Spanyol dan Iran atau kubah masjid dari China. Hal itu tidak masalah selama spek sesuai dengan yang tertuang dalam RAB,” ujar Suhandi.

“Sisa pekerjaan yang belum kelihatan pasangan lantai marmer, dan itu sudah dikirim secara bertahap. Pekerjaan kaca, menunggu tahapan pekerjaan. AC Central induk masjid, AC Split untuk bintang bangunan lantai sudah terpasang. Listrik, PDAM sudah ada, optimis bisa digunakan di 17 Ramadhan, Lantai 1 dengan balkon,” tambah Suhandi.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, intens turun langsung memantau pembangun Masjid Terapung BJ Habibie yang akan menjadi legacy dalam pemerintahannya. Bahkan kualitas material yang digunakan tidak luput dari sorotan Walikota berlatar belakang doktor hukum ini.

“Saya pantau secara cermat agar material maupun pembangunannya tidak abal-abal. Ini akan menjadi legacy dalam pemerintahan saya,” ujar Taufan Pawe.

Pembangunan Masjid Terapung BJ Habibie dijadwalkan rampung pada awal Mei 2022, dan rencananya akan dimanfaatkan pada 17 Ramadhan tahun ini. (*)

https://klupas.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241109-WA0315.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *