BALI, KLUPAS.COM – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) berkomitmen menjadikan Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, berstandar AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) untuk bisa menggelar pertandingan level Asia. Mengingat, klub kebanggaan masyarakat Sulsel, PSM Makassar merupakan langganan peserta pada turnamen AFC Cup.
Stadion GBH Parepare kini menjadi markas PSM Makassar mengarungi Liga 1 BRI 2022/2023. Hanya saja, untuk menggelar pertandingan AFC Cup tahun ini, PSM Makassar sebagai klub perwakilan Indonesia pada kompetisi level Asia Tenggara itu, Juku Eja harus bermain home base di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.
Untuk menggelar pertandingan AFC, Stadion yang digunakan harus berstandar tipe B. Stadion GBH Parepare saat ini sudah berstandar tipe C dan terus berbenah menuju standar tipe B untuk bisa menggelar pertandingan level Asia.
Taufan Pawe menyaksikan langsung laga PSM Makassar melawan Darul Aman FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa malam, 9 Agustus 2022. Selain memberikan dukungan kepada PSM, TP juga melakukan studi tiru untuk melihat langsung sarana dan prasarana di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.
Dalam studi tiru itu, TP mengajak Kepala Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Parepare Amarun Agung Hamka. Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan Prasetyo Catur.
Pada laga tersebut, Juku Eja sukses menumbangkan wakil dari Malaysia dengan skor 2-1. Dengan hasil kemenangan itu, PSM Makassar memastikan diri melaju ke babak final AFC Cup 2022.
“Betul, kita sekaligus Studi Tiru di di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kita tahu sendiri stadion ini memiliki kualitas standar Federasi Sepak Bola Asia (AFC),” kata Taufan Pawe.
Wali Kota Parepare dua periode ini menjelaskan, dirinya optimis bisa menghadirkan stadion berstandar seperti Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Mengingat, industri sepak bola sangat sejalan dengan dengan visi-misinya membangun industri tanpa cerobong asap dengan teori telapak kaki.
“Insyallah selama ada jalan, saya berusaha keras menghadirkan stadion seperti ini. Karena industri sepak bola sangat menjanjikan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
“Stadion berstandar Asia sebenarnya cukup mendesak. Karena PSM Makassar sudah langganan untuk berkompetisi di Asia. Kasihan klub kebanggaan masyarakat Sulsel selalu bermain di luar,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare, Amarun Agung Hamka mengaku, studi tiru yang dilakukan di Stadion Kapten I Wayan Dipta merupakan permintaan khusus Wali Kota Parepare Taufan Pawe.
“5 jam sebelum pertandingan saya sudah di sini. Kita diterima oleh pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gianyar dan pihak manajemen Bali United,” katanya.
Dirinya menjelaskan, Stadion Gelora BJ Habibie Parepare saat ini berstandar tipe C. PSSI dan PT LIB mengatakan, Stadion GBH harus naik menjadi tipe B jika ingin melakoni pertandingan level Asia.
“Maka dari itu studi tiru ini kita banyak belajar apa-apa saja yang harus disiapkan untuk naik menjadi tipe B. Mulai kualitas lapangannya, penerangannya, dan penataan ruangan beserta alat pendukungnya,” pungkasnya. (*)














