PAREPARE, KLUPAS.COM – Kepala Pasar Lakessi, Muh Ramlan bersama UPTD Pasar Dinas Perdagangan Kota Parepare terus melakukan upaya pembenahan dalam menata pedagang dan lingkungan pasar agar terlihat bersih dan nyaman. Salah satunya melakukan relokasi pedagang yang berada di luar gedung untuk dipindahkan ke dalam los.
Ramlan mengatakan, terkait relokasi pihaknya sudah jalan melakukan pendataan dan sosialisasi ke pedagang. Begitu pula mengecek kapasitas los yang tersedia di dalam pasar terbesar di Kota Parepare tersebut.
“Terkait relokasi pedagang, besok (Sabtu 25 Februari 2023) kita pra kondisi dulu. Disamping kita berikan himbauan ke pedagang sambil pelan-pelan kita ajak masuk ke dalam. Hari Minggu (26/2) baru kita relokasi, artinya dianggap pedagang sudah bisa masuk ke dalam,” katanya, Jumat, 24 Februari 2023.
Ramlan mengungkapkan, sejak Senin-Kamis (20-23 Februari 2023) pihaknya menurunkan tiga tim untuk melakukan pendataan dan sosialisasi ke pedagang.
“Tim 1, mendata khusus untuk jalanan di samping Pertamina (Depot). Tim 2, menyisir ke area gedung DID, TP1, TP2, TP3, itu yang ada pedagang di dalamnya. Kemudian ada tim 3, itu yang menyisir lokasi pedagang yang ada di sela-sela bangunan. Itu semua yang didata mau dimasukkan ke los. Nanti tidak ada lagi penjual di jalan beton karena memang itu jalur kendaraan,” ungkapnya.
Nantinya setelah dilakukan relokasi, kata Ramlan, itu rencananya ada zoning, ada kluster penjual sayur, penjual ikan, dan sebagainya, sehingga penjual di dalam los tertata dengan baik.
Untuk mobil bongkaran, lanjut dia, sementara diatur bagaimana teknisnya. Apakah dibongkar di jalanan di belakang, dan harus ada waktu untuk membongkar. Mobil yang habis bongkar tidak boleh lagi tinggal menjual di mobil.
“Ini kan bertahap, kita benahi satu persatu. Makanya nanti dihimbau juga kepada pedagang-pedagang di mobil. Kalau rencananya kemarin Kepala UPTD Pasar termasuk itu penjual buah, dia mau atur di belakang kontainer di Jalan Ajatappareng. Jadi penjual buah ada beberapa mobil itu rencananya mau diarahkan masuk di belakang kontainer. Itu untuk sementara, kalau memang di dalam masih ada tempat kita bikinkan lapak di situ,” terangnya.
Hanya saja, kata Ramlan, yang namanya mengarahkan orang itu tentu harus ada aparat keamanan untuk mengantisipasi ketika ada kejadian.
“Kita kan tidak mau ada kejadian di sini, karena kita mau merelokasi pedagang semata-mata untuk menata pasar. Menata lingkungan pasar agar terlihat bersih sehingga masyarakat bisa nyaman masuk, penjual juga nyaman. Makanya mau dipisahkan itu antara pedagang ikan (basah) dengan pedagang kering, supaya tidak campur. Inilah yang kita mau coba arahkan begitu. Kita harap dukungannya mereka (pedagang),” harapnya.
“Karena melakukan relokasi penataan pedagang tujuannya semata-mata ingin memperbaiki tingkat perekonomian di pasar lakessi termasuk pedagang bagaimana bisa meningkat dagangannya,” pungkasnya. (*)














