banner 728x250

Opini; Kader Posyandu Penentu Keberhasilan Vaksinasi Rotavirus

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Kasman Makkasau (Subkoordinator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Parepare)

OPINI – Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan pada 2020 terdapat 23 juta anak kehilangan kesempatan memperoleh imunisasi. Di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Kesehatan menyebutkan dalam kurun waktu 2020-2021 cakupan imunisasi dasar lengkap yang diperoleh oleh bayi mengalami penurunan yang drastis dan jauh dari target yang diharapkan.

banner 800x800

Pada 2020 cakupan imunisasi hanya berkisar 84% dari targer 92%, dan 2021 tetap 84% dari target 93%, jauh dari renstra kementrian kesehatan.

Selain tantangan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. Kementerian Kesehatan saat ini menambahkan 3 jenis imunisasi yang baru, diantaranya Vaksin Rotavirus yang bertujuan mencegah diare berat dan komplikasinya yang disebabkan oleh virus Rota. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri terutama sosialisasinya kepada masyarakat.

Untuk menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan peningkatan peran serta masyarakat untuk sadar, mau dan memiliki komitmen untuk melakukan imunisasi kepada anak-anak mereka. Disinilah peran kader dapat meningkatkan peran serta tersebut, dan menjadi salah satu penentu keberhasilan vaksinasi Rotavirus.

Namun disadari kemampuan yang kader miliki masih kurang terutama dalam kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan.
Beberapa kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh kader diantaranya Kemampuan Membangun Keakraban. Seorang kader dalam berkomunikasi dituntut agar dapat menumbuhkan keakraban bukan hanya kepada ibu Balita tapi juga keakraban dengan keluarga mereka.

Kemampuan berikutnya adalah Saling Mendengarkan & Berbicara, Kader posyandu harus dapat menempatkan dirinya setara atau bahkan bagian dari keluarga balita, buka menjadi seorang yang lebih tahu atau bahkan menggurui. Kader harus menjadi pendengar yang baik terhadap permasalahan yang dihadapi sasaran, bahkan perlu memahami alasan jika ada penolakan terhadap vaksinasi Rotavirus nantinya.

Selain itu kader posyandu diharapkan dapat meningkatkan komitmen masyarakat yang memiliki balita untuk melakukan vaksinasi. Bukan hanya sebatas memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemauan, tapi lebih pada bagaimana masyarakat dapat menjadikan imunisasi sebagai kebutuhan bagi kesehatan balita mereka.

Dengan memiliki kemampuan-kemampuan tersebut, maka kader posyandu akan menjadi salah satu penentu keberhasilan vaksinasi Rotavirus yang akan berlangsung mulai 15 Agustus 2023. (*)

banner 1280x1280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rajapola