banner 728x250

Gerakan Sulsel Menanam, Pemkot Parepare, Forkopimda, Pelindo, KSOP dan Stakeholder Terkait Taman Pohon Serentak di Pelabuhan

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, KLUPAS.COM – Pemerintah Kota Parepare bersama TNI-Polri dan seluruh stakeholder turut mensukseskan Gerakan Sulsel Menanam yang menandai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Gerakan Sulsel Menanam di Parepare, ditandai dengan gerakan Penanaman Pohon Serentak di kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu 5 Juni 2024.

banner 800x800

Dari Pemkot Parepare, hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Noldy Yosep Rengkuan mewakili Pj Wali Kota Parepare, Akbar Ali, sekaligus memimpin kegiatan penanaman pohon secara simbolis.

Penanaman pohon juga melibatkan Forkopimda, KSOP Parepare, Pelindo, dan stakeholder lingkungan hidup Forum Komunitas Hijau (FKH) Parepare.

Jajaran Pemkot Parepare yang hadir di antaranya Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Dr Hj Halwatiah, Asisten II H Andi Ardian Asyraq, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Susianna, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, BPBD dan jajaran SKPD lainnya.

Para Camat se-Parepare semua hadir, yakni Camat Ujung Muh Yusuf Azis, Camat Soreang Awaluddin, Camat Bacukiki Saharuddin, Camat Bacukiki Barat Ardiansyah Arifuddin, berikut para Lurah dan jajaran terkait lainnya.

Noldy Yosep Rengkuang mengatakan, Gerakan Sulsel Menanam ini adalah aksi penanaman pohon serentak di seluruh Kabupaten Kota se-Sulsel, dipusatkan di Pangkep, yang dilakukan secara bersamaan pada hari yang sama.

Noldy mengemukakan, kegiatan penanaman pohon ini sebagai upaya melestarikan lingkungan hidup khususnya di Parepare.

“Kegiatan penanaman pohon ini bersifat kolaboratif dalam upaya menangani penataan lingkungan. Pemerintah Kota Parepare yang dikoordinir oleh Dinas Lingkungan hidup menyiapkan 2.000 bibit pohon untuk dibagikan ke beberapa instansi, sekolah dan masyarakat,” kata Noldy.

Noldy menekankan, penanaman pohon ini sangat penting untuk memberikan kontribusi dalam upaya membangun dan berkolaboratif untuk melestarikan lingkungan hidup.

Sementara dipilihnya penanaman pohon di lokasi pelabuhan, Noldy menekankan, dengan mempertimbangkan aspek Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang dinilai masih kurang di kawasan Pelabuhan Nusantara.

“Karena di pelabuhan masih kurang RTH-nya dan menjadi penilaian bagaimana layak tidaknya sebuah pelabuhan dengan didukung adanya RTH di area tersebut. Sehingga penanaman pohon ini salah satu upaya untuk mendukung RTH di pelabuhan,” tandas Noldy. (*)

banner 1280x1280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *