PAREPARE, KLUPAS.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare resmi memulai babak penyisihan Kompetisi Lomba Debat Pemilu tingkat SMA/SMK/MA sederajat pada Kamis (16/04/2026) pukul 13.00 WITA di Lapangan Andi Makkasau. Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam menjaring tim-tim terbaik menuju babak semifinal dan final.
Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh Zainal Asnun, menyampaikan bahwa kompetisi debat ini merupakan wadah edukatif bagi generasi muda untuk memperdalam pemahaman kepemiluan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan argumentatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pelajar agar tidak hanya memahami teori kepemiluan, tetapi juga mampu mengkritisi serta menyampaikan gagasan secara logis, sistematis, dan berbasis regulasi,” ujar Zainal.
Ia menjelaskan, hasil babak penyisihan pertama dan kedua akan diumumkan pada malam hari setelah seluruh rangkaian selesai. Tim-tim terbaik nantinya akan melaju ke babak semifinal dan final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026.
Antusiasme pelajar Kota Parepare terhadap kompetisi ini tergolong tinggi. Sebanyak 14 tim dari 18 sekolah tingkat SMA sederajat tercatat berpartisipasi dalam kompetisi yang untuk pertama kalinya digelar oleh Bawaslu Kota Parepare.
“Partisipasi ini menunjukkan meningkatnya minat generasi muda terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan demokrasi kita,” katanya.
Zainal menilai momentum pelaksanaan debat ini sangat tepat, mengingat tahapan Pemilu dan Pilkada akan dimulai pada tahun 2027. Kompetisi ini juga mengangkat sejumlah mosi yang disusun secara berkelanjutan dan saling berkaitan, yakni kampanye pilkada di lingkungan sekolah, pencabutan hak pilih bagi pelaku politik uang yang dinilai lebih efektif dibandingkan sanksi pidana penjara, pemberian hak pilih kepada warga negara yang telah menikah di bawah usia 17 tahun, penerapan sanksi pidana bagi penerima politik uang dalam pilkada, serta wacana pemilihan kepala daerah oleh anggota DPRD.
“Isu-isu tersebut merupakan persoalan nyata dalam praktik demokrasi kita. Kami ingin pelajar terbiasa berdiskusi dan mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang,” jelasnya.
Zainal menegaskan bahwa tahapan penyisihan merupakan proses penting dalam menjaring tim yang memiliki kemampuan argumentatif, pemahaman regulasi, serta wawasan kepemiluan yang komprehensif. Bawaslu berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan transparan, objektif, dan profesional dengan melibatkan dewan juri yang kompeten dan berintegritas.
“Kami memastikan proses seleksi berjalan transparan dan objektif. Harapannya, tim yang lolos benar-benar memiliki kualitas terbaik dan siap berkompetisi di tahap selanjutnya,” tegasnya.
Anggota Bawaslu Kota Parepare, Susilawati selaku Koordinator Divisi Hukum, Parmas, dan Humas, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
“Kompetisi ini menjadi sarana edukasi politik yang efektif dan menyenangkan. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Parepare, Fadly Azis selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menekankan pentingnya pemahaman aspek hukum dalam kepemiluan bagi generasi muda.
“Melalui debat ini, peserta tidak hanya dilatih berargumentasi, tetapi juga memahami potensi pelanggaran dan sengketa pemilu. Hal ini penting agar mereka memiliki perspektif yang komprehensif dalam melihat dinamika demokrasi,” jelasnya.
Sebagai penutup, Zainal menegaskan bahwa kompetisi debat pemilu ini tidak sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya strategis Bawaslu dalam menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini.
“Kompetisi ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia,” tutup Zainal. (*)














